Sementara itu, sekitar 20 hektare dikelola Perumda Dharma Jaya untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi guna mendukung ketahanan pangan Jakarta. Lahan lainnya merupakan bagian dari kontribusi aset Pemprov DKI Jakarta kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyebut pihaknya akan mengembangkan area tersebut sebagai Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir.
"Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Raditya.
Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir seluas 20 hektare dirancang sebagai pusat peternakan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kemudian, akan tersedia kandang penggemukan dan karantina sapi, gudang pakan, laboratorium, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan daging, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, hingga cadangan lahan untuk hijauan pakan ternak.
Penggemukan sapi akan didukung oleh penyediaan pakan berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan pemanfaatan teknologi sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kualitas ternak.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.