JAKARTA - Polisi mengaku telah berupaya menghubungi keluarga atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan. Namun, sejauh ini belum ada komunikasi yang terjalin dengan pihak keluarga Jesslyn.
"Nah, ini kami juga masih meminta waktu kepada pihak keluarga, baik itu kerabat dekat maupun orangtua, untuk memberikan informasi respons terkait adanya informasi ataupun isu tentang penculikan ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Sabtu (1/8/2026).
"Karena yang tahu persis kan pihak keluarga. Saat ini, penyelidik masih mencoba untuk mendalami, tetapi masih belum bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga," sambungnya.
Budi mengatakan, keluarga Jesslyn belum memberikan respons kepada kepolisian. Padahal, pihak keluarga yang dapat memberikan penjelasan terkait isu penculikan tersebut.
"Ya, sampai sejauh ini pihak keluarga masih belum mau merespons jawaban. Nah, kita serahkan, apakah ini tentang persoalan internal, kita serahkan kepada pihak keluarga. Biar keluarga yang menjawab," ujarnya.
Sebelumnya, polisi mengungkapkan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay dibawa beberapa orang dari sebuah restoran di Jakarta Pusat atas perintah ibunya sendiri. Polisi menduga tindakan tersebut dilakukan karena sang ibu tidak menyetujui hubungan Jesslyn dengan pacarnya.
"Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orangtua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Polda Metro Jaya, Jumat 31 Juli 2026.
Roby menjelaskan, ibu Jesslyn meminta beberapa orang untuk menjemput putrinya saat menghadiri acara ulang tahun keluarga di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Polisi akan mendalami apakah kepergian Jesslyn tersebut dilakukan secara sukarela atau terdapat dugaan tindak pidana berupa penculikan seperti yang dilaporkan.
"Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya," ujarnya.
Setelah dibawa pergi, Jesslyn kemudian dibawa ibunya terbang ke luar negeri. Berdasarkan data manifest, Jesslyn terbang menuju Bangkok.
"Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian, naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.