PURWAKARTA - Peristiwa tewasnya Sumarna (43), Satpam Perum Jasa Tirta (PJT) II yang ditemukan mengambang dengan kondisi kedua tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, masih belum terungkapnya.
Sejumlah fakta baru bermunculan dari keterangan warga lokal yang sempat mendengar suara kegaduhan dan teriakan minta tolong di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Ketua RW 07 Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Dadang Kusnadi mengatakan, telah melakukan pendataan menyeluruh di lima RT di wilayahnya. Namun, tidak ditemukan adanya warga yang hilang atau bertindak mencurigakan setelah kejadian.
Berdasarkan keterangan salah seorang warga, korban Sumarna sebenarnya masih terlihat beraktivitas sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
“Saat itu korban sedang peregangan otot di sekitar pos penjagaan sebelum akhirnya beberapa jam kemudian ditemukan meninggal," ujar Dadang, dikutip, Senin (3/8/2026).
Dadang mengungkapkan, sebelum jasad korban ditemukan mengambang di perairan Tanggul Kayat Waduk Jatiluhur, ada warga yang mengaku mendengar suara kegaduhan cukup keras.
"Warga sempat mendengar suara kegaduhan dan teriakan minta tolong dari arah lokasi. Tapi karena saat itu suasana masih sangat gelap dan warga merasa takut, mereka tidak berani keluar rumah untuk memastikan,"ungkapnya.
Selain itu, Dadang menilai kecil kemungkinan kasus ini dilatarbelakangi aksi balas dendam terkait penertiban vandalisme.
Pasalnya, korban semasa hidup dikenal ramah dan pernah bercerita hanya menegur kelompok pelaku vandalisme secara baik-baik tanpa ada konflik berkepanjangan.
Masyarakat setempat berharap kepolisian dapat segera mengurai benang kusut misteri kematian Sumarna agar pihak keluarga mendapatkan kepastian hukum dan pelaku utama dapat segera ditangkap.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.