Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di NTT Meningkat, Alirkan Lava Sejauh 1.200 Meter Usai Gempa M7,7

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |14:41 WIB
Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di NTT Meningkat, Alirkan Lava Sejauh 1.200 Meter Usai Gempa M7,7
Gunung Ili Lewotolok (Foto : Dok Badan Geologi)
A
A
A

Selain itu, tercatat 52 kali gempa tektonik lokal, 73 kali gempa tektonik jauh, dan dua kali gempa terasa dengan skala II–IV MMI.

Pada 18 Agustus 2026 hingga pukul 18.00 WITA, tercatat 113 kali gempa erupsi, 12 kali gempa hembusan, 31 kali tremor nonharmonik, satu kali gempa hybrid/fase banyak, tiga kali gempa vulkanik dangkal, dan tiga kali gempa tektonik jauh.

Tremor menerus juga terekam dengan amplitudo dominan 16,6 milimeter. Energi seismik yang dihitung menggunakan metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) menunjukkan kenaikan tajam sejak 16 Agustus 2026.

Secara visual, asap kawah terpantau berwarna putih kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal, dengan ketinggian 20–600 meter dari puncak. Kolom erupsi mencapai 50–700 meter dari puncak dengan warna putih hingga kelabu.

Lontaran material pijar juga teramati sejauh 100–500 meter ke arah tenggara dan 100–400 meter ke arah selatan. Erupsi terkadang disertai suara gemuruh atau dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat. Seiring peningkatan aktivitas vulkanik, Badan Geologi memperluas rekomendasi jarak aman Gunung Ili Lewotolok.

Masyarakat, pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok dan 3 kilometer pada sektor selatan serta tenggara.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement