"Pertama pemilihan Rais Aam melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi. Kedua, pemilihan Ketua Umum, dan penetapan formatur untuk melengkapi kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031," terang Sarmidi.
Saat disinggung mengenai figur terkuat yang akan diusung menjadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, Sarmidi enggan menjawab.
"Kita tunggu saja nanti pilihan PWNU dan PCNU," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.