JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Nepal dalam kondisi baik dan tidak menjadi korban banjir bandang serta tanah longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan, berdasarkan pemantauan terbaru per 31 Agustus 2026, terdapat 45 WNI residen dan enam WNI turis yang berada di wilayah Pokhara.
“Pantauan terhadap kondisi WNI, 45 orang residen, 6 orang turis di wilayah Pokhara. Seluruhnya dalam keadaan baik,” kata Heni, Senin (31/8/2026).
Heni juga menyampaikan perkembangan penanganan bencana di Nepal. Hingga hari ini, tercatat 2.426 orang masih dinyatakan hilang, sementara 4.451 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Selain itu, sebanyak 101 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, sejumlah turis asing dari 32 negara dilaporkan hilang atau belum diketahui keberadaannya. Sebanyak 184 turis asing telah berhasil diselamatkan.
“420 turis asing lainnya belum dapat dikontak karena gangguan jaringan,” ujar Heni.
Sebelumnya, Kemlu RI juga telah memastikan tidak ada WNI yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah perbatasan Nepal-Tibet yang terjadi pada 26 Agustus 2026.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, Kemlu terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat serta simpul masyarakat Indonesia di Nepal.
“Berdasarkan data KBRI Dhaka, terdapat sekitar 45 WNI yang tercatat berada di Nepal, dengan mayoritas berdomisili di Kathmandu. Hingga saat ini, dari upaya pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait setempat, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” kata Yvonne.
Kemlu juga mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi kepada KBRI mengenai keberadaan dan kondisi WNI.
“Untuk mendukung pemantauan dan langkah pelindungan, agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal juga diimbau untuk segera menyampaikan informasi kepada KBRI mengenai keberadaan dan kondisi WNI,” ucapnya.
Kemlu mengingatkan WNI yang melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan Nepal-Tibet untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau informasi dari sumber resmi.
“Dalam kondisi darurat, WNI juga diimbau untuk menghubungi saluran hotline KBRI setempat,” ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.