Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Musim Hujan 2026-2027 Diprediksi Mundur, BMKG Ungkap Penyebabnya

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 22 September 2026 |11:10 WIB
Musim Hujan 2026-2027 Diprediksi Mundur, BMKG Ungkap Penyebabnya
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (foto: dok ist)
A
A
A

Puncak Musim Hujan Desember 2026-Februari 2027

BMKG memperkirakan puncak musim hujan 2026-2027 berlangsung secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027.

Pada Desember 2026, puncak musim hujan diprediksi terjadi di 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan Indonesia.

Kemudian, pada Januari 2027, puncak musim hujan diperkirakan terjadi di 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan Indonesia. Sementara pada Februari 2027, puncak musim hujan diprediksi terjadi di 190 ZOM atau 16,9 persen luas daratan Indonesia.

"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026, yaitu di 155 Zona Musim atau 36,94 persen luas daratan Indonesia. Puncak musim hujan di Januari 2027 yaitu di 162 Zona Musim atau 25,68 persen luas daratan Indonesia. Dan nanti di bulan Februari 2027 yaitu di 190 Zona Musim atau 16,9 persen luas daratan Indonesia," ujarnya.

Selain awal musim hujan yang diprediksi mundur, BMKG juga memperkirakan durasi musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Sebanyak 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek dari normal.

"Informasi yang keenam yaitu durasi musim hujan. Sebagian besar wilayah Indonesia di 482 Zona Musim atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan 2026-2027 yang lebih pendek dari normalnya," paparnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement