JAKARTA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian telah tiba di New York untuk menghadiri dan menyampaikan pidato pada sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa 22 September 2026.
Dilansir dari trtworld, Rabu (23/9/2026). Para pejabat diplomatik Iran, termasuk duta besar dan wakil perwakilan tetap Iran untuk PBB, menyambut delegasi tersebut setibanya di sana.
Kunjungan ini dilakukan di tengah perang yang sedang berlangsung antara AS dan Iran dan menyusul pengumuman oleh pemerintahan Trump yang menegaskan, bahwa Washington akan mengizinkan delegasi inti Iran untuk menghadiri pekan tingkat tinggi tersebut sesuai dengan kewajiban negara tuan rumah berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, pejabat AS dan para pemimpin Iran melakukan pertemuan selama tiga jam dan berjalan "sangat baik" serta produktif. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.
“Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif,” kata Trump, dilansir dari Aljazeera, Rabu (23/9/2026).
Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang selama ini memimpin negosiasi dengan Iran, turut menghadiri pertemuan tersebut. Trump mengatakan, pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung "dalam waktu dekat".
Witkoff, yang turut hadir bersama Trump saat memberikan keterangan kepada wartawan, juga menyebut pertemuan tersebut "sangat baik", namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Ketika ditanya mengenai lokasi pembicaraan selanjutnya, Gedung Putih merujuk Al Jazeera pada pernyataan Trump. Trump tidak mengungkap secara rinci hal-hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Iran. Namun, ia mengatakan Iran menghadapi pilihan yang digambarkannya sebagai "potensi kebesaran atau kehancuran". Pernyataan itu kembali disampaikan Trump setelah sebelumnya ia mengungkapkannya dalam pidato di Majelis Umum PBB.
“Akankah kesepakatan tercapai dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya? Atau haruskah saya memusnahkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat?” tanya Trump kepada para pemimpin dunia.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen mengejutkan dalam sidang PBB ketika Trump mengancam akan menghancurkan Republik Islam Iran. Di tengah pernyataan keras Trump, suasana optimistis disebut muncul terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.