JAKARTA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, krisis Selat Hormuz dapat diselesaikan melalui diplomasi dan negosiasi, bukan dengan penggunaan kekerasan.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Pezeshkian menyalahkan Amerika Serikat atas penutupan Selat Hormuz. Menurut dia, AS menjadi pihak yang menghalangi jalur menuju Iran.
“Amerika-lah yang menghalangi jalan kami,” kata Pezeshkian, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (26/9/2026).
Dia menambahkan, penutupan Selat Hormuz merupakan respons yang wajar ketika jalur menuju Iran diblokir. “Menutup Selat Hormuz adalah respons wajar ketika jalur menuju Iran terblokir,” ujarnya.
Menurut Pezeshkian, jalur air tersebut dapat kembali terbuka untuk perdagangan apabila negosiasi menghasilkan penyelesaian atas sengketa yang terjadi.
Iran Tak Lagi Percaya Pembicaraan dengan AS
Pezeshkian juga mengatakan, Iran “tidak lagi mempercayai pembicaraan dengan Washington”. Dia menyinggung serangan dan sanksi yang menurutnya berulang kali terjadi setelah setiap proses negosiasi.
Pezeshkian mengatakan, Qatar dan Pakistan saat ini berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara tersebut, kata dia, menyampaikan pesan-pesan dari Teheran kepada Washington.
Dia juga menyebut negosiasi yang berlangsung saat ini didasarkan pada nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat.
Pezeshkian menambahkan, bahwa Amerika Serikat harus menyatakan posisi mereka terkait nota kesepahaman tersebut.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.