Insiden ini terjadi di tengah sorotan yang kian meningkat terhadap pendokumentasian korban oleh Departemen Pertahanan sejak perang AS-Israel melawan Iran meletus pada bulan Februari. Angka total personel militer yang terluka dan tewas terus mengalami penyesuaian, baik dalam hal pelaporan maupun klasifikasi.
Hingga hari Rabu, Sistem Analisis Korban Pertahanan (Defense Casualty Analysis System/DCAS) milik Pentagon telah mencatat secara resmi 861 personel militer AS yang terluka selama konflik yang lebih luas tersebut.
Kedelapan anggota Marinir itu baru tercatat dalam basis data resmi korban hampir 10 hari setelah serangan pada 14 September.
Seorang pejabat pertahanan AS mengaitkan keterlambatan dalam pendataan publik tersebut dengan gejala laten yang sering kali baru muncul beberapa hari kemudian, serta keterbatasan sistem pelacakan korban yang tidak memiliki kemampuan pelaporan secara real-time.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.