Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pramono Minta Pelaku Dugaan Penipuan Loker Damkar DKI Dipecat

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2026 |02:01 WIB
Pramono Minta Pelaku Dugaan Penipuan Loker Damkar DKI Dipecat
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung murka atas dugaan penipuan rekrutmen atau lowongan kerja (loker) petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta atau Damkar. Ia meminta oknum yang terlibat ditindak tegas.

"Siapa pun yang melakukan itu untuk dipecat aja," kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Pramono menegaskan, bahwa dirinya tak ingin praktik tersebut terjadi di Pemprov DKI Jakarta. Ia pun tak ragu melakukan penindakan, apalagi pandang bulu. 

"Enggak ada toleransi untuk yang seperti itu kita hidupkan di Pemerintah DKI Jakarta," tegasnya.

Sebelumnya, Wintarko Setiawan (31) menjadi korban dugaan penipuan rekrutmen petugas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta. Ia mengaku dijanjikan kelulusan oleh seseorang yang diduga merupakan petugas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta setelah membayar Rp70 juta.

Wintarko menceritakan kejadian ini bermula ketika dirinya bertemu dengan pelaku pada 2025. Pelaku saat itu mengaku bisa membantu agar Wintarko lolos seleksi penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).

"Dia juga (menyampaikan) ada jaminannya uang kembali. Dia berani tanda tangan bermaterai beserta kuitansinya juga," kata Wintarko.

Pelaku, kata dia, memberikan jaminan pengembalian uang bila Wintarko gagal lulus menjadi petugas Gulkarmat DKI Jakarta. Iming-iming itu membuat Wintarko percaya kepada pelaku.

Saat menyerahkan uang Rp70 juta, Wintarko membuat kesepakatan dengan pelaku yang ditandatangani di atas meterai dan disertai kuitansi tanda terima. Setelah itu, Wintarko diminta mengikuti seluruh tahapan sesuai prosedur seleksi PJLP Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.

Namun, saat pengumuman seleksi PJLP Dinas Gulkarmat DKI Jakarta 2025, namanya tak lolos sebagai kandidat dan pelaku meminta Wintarko menunggu. Setelah menunggu setahun tanpa ada kejelasan, dirinya pun melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur.

"Enggak sesuai ekspektasi, saya tungguin selama 1 tahun. Akhirnya saya bikin laporanlah di tahun 2026 ini, dari pihak kepolisiannya juga belum ada respons. Belum ada kabar," ujarnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement