Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Houthi Lancarkan Serangan Balasan, Rudal dan Drone Gempur Bandara Arab Saudi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |16:41 WIB
Houthi Lancarkan Serangan Balasan, Rudal dan Drone Gempur Bandara Arab Saudi
Ilustrasi.
A
A
A

RIYADH — Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal langsung terhadap bandara internasional utama di Riyadh. Serangan ini merupakan bagian dari rentetan gelombang gempuran berskala besar yang menyasar bandara, pangkalan militer, dan infrastruktur minyak di seluruh wilayah Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyampaikan pada Senin, (5/10/2026) malam bahwa kelompok tersebut—yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah—melakukan tiga operasi menggunakan "sejumlah besar" rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone). Langkah ini diklaim sebagai balasan atas peningkatan serangan yang didukung Saudi terhadap Yaman.

Serangan pertama menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan diklaim mengenai sasaran secara "langsung dan tepat" oleh Saree, yang juga menyebutkan adanya gangguan pada lalu lintas udara. Serangan kedua menyasar kilang minyak Saudi Aramco di Rabigh; Houthi mengklaim gempuran tersebut memicu kebakaran di lokasi. Adapun operasi ketiga dilaporkan menyasar Bandara Abha, pangkalan udara Khamis Mushait, kamp militer Aqeefah, serta sejumlah "lokasi sensitif" lainnya di Najran dan Jizan.

Ledakan keras dilaporkan terdengar di Riyadh bagian utara, dekat Bandara King Khalid, menurut laporan AFP.

Pihak berwenang Saudi belum memberikan tanggapan spesifik mengenai klaim serangan langsung ke bandara dan kilang minyak tersebut, maupun mengonfirmasi dampak gangguan di Bandara King Khalid. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi hanya mengeluarkan pernyataan umum yang mengecam serangan berkelanjutan Houthi terhadap Riyadh, beberapa kota lain, serta "fasilitas sipil dan ekonomi," sembari menegaskan kembali hak kerajaan untuk memberikan tanggapan balasan.

 

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kembali mengingatkan bahwa tindakan memotret, memublikasikan, atau menyebarluaskan informasi mengenai operasi intersepsi rudal dan drone maupun lokasi dampaknya dapat berujung pada sanksi hukum. Media resmi Saudi menyiarkan kembali peringatan tersebut tak lama setelah tengah malam di tengah gelombang serangan terbaru.

Kelompok Houthi turut memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak melintasi wilayah udara Arab Saudi—yang mereka nyatakan sebagai zona operasi militer—kecuali wilayah udara di atas Mekkah dan Madinah. Meski Bandara King Khalid dilaporkan tetap beroperasi, data Flightradar24 menunjukkan adanya penundaan jadwal penerbangan yang signifikan dengan rata-rata keterlambatan mencapai 38 menit.

Houthi menyatakan bahwa rentetan serangan itu merupakan balasan atas 60 serangan udara dan rudal Saudi yang menyasar Sanaa serta Provinsi Al-Jawf, Taiz, Hodeidah, Saada, dan Marib dalam kurun 24 jam sebelumnya. Saree mengklaim bahwa pasukan Saudi telah melancarkan 1.576 serangan sejak eskalasi terkini dimulai.

Aksi saling serang ini terjadi di tengah upaya Arab Saudi dan sekutu Yaman-nya meningkatkan serangan balik besar-besaran terhadap kelompok Houthi. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan sekitar 100 jet tempur memberikan dukungan udara sepanjang waktu, sementara pasukan pemerintah berupaya merebut kembali wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman dan di sekitar Selat Bab al-Mandab. Koalisi mengklaim telah menghancurkan 324 target Houthi yang dianggap "bernilai tinggi".

 

Pasukan yang didukung Saudi pada Senin menyatakan telah merebut kembali Dhubab serta kota-kota di sekitarnya, yakni Bab dan Hadeid. Saksi mata menuturkan kepada AP bahwa mereka melihat tank dan pasukan pemerintah memasuki kota-kota tersebut. Pihak Houthi membantah laporan mengenai penarikan mundur secara luas, sementara pertempuran dilaporkan kian sengit di sekitar wilayah Taiz.

Amerika Serikat (AS) juga turut membantu operasi Saudi melalui pertukaran informasi intelijen, identifikasi target, dan perencanaan operasional, sebagaimana disampaikan oleh para pejabat Amerika dan kawasan kepada AP. Kedutaan Besar AS di Riyadh pun telah memperingatkan warga negaranya untuk tetap waspada terhadap potensi serangan rudal dan drone.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement