“Keempat, penguatan wawasan ekologis dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Melalui kegiatan edukatif, termasuk pembahasan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, peserta memperoleh pengayaan tentang kepedulian terhadap alam, nilai kemanusiaan, dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Sedangkan yang kelima, terbangunnya kolaborasi lintas kelembagaan antara Kementerian Agama, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Sako Ma'arif PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pondok Pesantren An-Nur II sebagai tuan rumah.
“Dan yang keenam, terbukanya peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta, panitia, pendamping, dan undangan turut menggerakkan sektor konsumsi, penginapan, transportasi, perdagangan, jasa laundry, serta produk UMKM,” pungkasnya.
Upacara penutupan dihadiri oleh Para pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, serta perwakilan Kanwil dan lain sebagainya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.