Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelombang Serangan Houthi Berlanjut, Bandara King Fahd dan Fasilitas Minyak Saudi Jadi Sasaran

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |10:13 WIB
Gelombang Serangan Houthi Berlanjut, Bandara King Fahd dan Fasilitas Minyak Saudi Jadi Sasaran
Bandara King Fahd di Dammam, Arab Saudi.
A
A
A

RIYADH - Serangan milisi Houth ke Arab Saudi terus berlanjut pada Minggu, (11/10/2026), menyasar dua bandara dan fasilitas minyak utama Kerajaan tersebut. Menyusul serangan dua hari berturut-turut ke Bandara King Khalid di Riyadh yang menewaskan setidaknya 13 orang, Houthi juga kembali menyasar Bandara Internasional King Fahd di Kota Dammam, wilayah timur Arab Saudi.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi menyatakan sedang melakukan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan di bandara tersebut bekerja sama dengan pihak berwenang terkait.

Pihak berwenang tidak langsung memberikan rincian mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan. Namun, mereka menyebutkan bahwa insiden ini terjadi di tengah serangkaian serangan yang terus berlanjut terhadap fasilitas penerbangan sipil di Kerajaan Arab Saudi.

Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan melalui platform X bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) di Provinsi Timur.

Pada Minggu, GACA juga melaporkan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh yang menyebabkan korban tewas dan sejumlah orang luka-luka.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui televisi, juru bicara milisi Houthi, Yahya Saree, mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd. Ia menyatakan serangan tersebut tepat mengenai sasaran hingga mengganggu lalu lintas udara.

Saree juga mengklaim serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta fasilitas gas Shedgum dan fasilitas minyak Tanajib milik perusahaan minyak raksasa Aramco yang berlokasi di Provinsi Timur.

Ia menegaskan bahwa rangkaian operasi tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi ke Yaman, seraya mengancam akan melancarkan serangan balasan lanjutan ke wilayah Kerajaan Arab Saudi.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement