Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sembunyikan Senapan dalam Tas Gitar, Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah dan Guru

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |03:05 WIB
Sembunyikan Senapan dalam Tas Gitar, Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah dan Guru
Ilustrasi.
A
A
A

MARSEILLE - Seorang siswa telah ditangkap setelah kepala sekolah dan seorang guru ditembak di sebuah sekolah di Prancis selatan pada Senin (12/10/2026) pagi.

Siswa berusia 14 tahun itu memasuki SMP Lakanal di Aubagne, sebuah kota kecil yang terletak 11 mil di sebelah timur Marseille, dengan membawa "senapan di dalam tas gitar". Ia kemudian melepaskan tembakan sebelum akhirnya diamankan oleh seorang anggota staf, demikian disampaikan pejabat daerah kepada media Prancis.

Tidak ada siswa yang terluka, dan para guru telah mendapatkan perawatan atas cedera yang tidak mengancam jiwa, menurut Wali Kota Aubagne, Jean-Pierre Squillari, yang menyebutkan bahwa tersangka adalah siswa kelas sembilan.

Kantor Kejaksaan Marseille telah memulai penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan, sebagaimana dinyatakan dalam keterangan resmi mereka.

Media setempat melaporkan bahwa insiden ini diperirakan tidak terkait dengan protes yang sedang berlangsung mengenai kondisi sekolah, mengutip sumber-sumber yang mengetahui jalannya penyelidikan.

Siswa tersebut memasuki area sekolah dengan membawa senjata api sebelum terdengar beberapa kali suara tembakan, ujar Martine Vassal, ketua dewan departemen Bouches-du-Rhône, sebagaimana dilansir BBC.

Kepala sekolah yang berusia 53 tahun dilaporkan tertembak di bagian kaki dan punggung bawah, sementara guru berusia 37 tahun tertembak di bagian paha. Orang ketiga dikabarkan mengalami luka ringan.

 

Jaksa Marseille, Nicolas Bessone, mengatakan bahwa remaja berusia 14 tahun itu melukai kepala sekolah dan guru lainnya di lantai satu.

Ia kemudian naik ke lantai dua dan melepaskan dua tembakan; "yang pertama dilakukan di hadapan seorang guru ke arah lantai, dan yang kedua di dalam ruang kelas yang sedang digunakan, mengenai papan tulis," ujar Bessone.

Menurut pihak pemerintah kota, remaja itu diamankan oleh seorang staf di lorong sekolah dan kemudian dibawa ke dalam tahanan polisi.

"Seluruh siswa segera diamankan dan berada dalam kondisi aman dalam hitungan detik," kata Squillari dalam kapasitasnya sebagai wali kota melalui sebuah pembaruan informasi di media sosial. Sebuah unit dukungan psikologis didirikan di lokasi kejadian untuk memberikan bantuan darurat.

Squillari juga berbicara kepada para wartawan dan mengatakan: "Pada dasarnya, anak-anak tidak melihat apa pun karena kejadian itu berlangsung di lorong."

Ia menyebut bahwa pelaku adalah seorang anak "sama seperti anak-anak lainnya".

"Ayahnya sempat meminta pertemuan dengan konselor pendidikan sekolah, namun kami tidak mengetahui informasi lebih lanjut selain itu," ujarnya kepada saluran penyiaran BFMTV.

 

Dua siswa mengatakan kepada BFMTV bahwa alarm kebakaran berbunyi, dan saat mereka keluar untuk menuruni tangga, mereka dilarang turun, namun kemudian mereka berhadapan langsung dengan orang yang diduga sebagai pelaku penembakan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mencuit di X bahwa ia menyampaikan "solidaritas penuh dan dukungan total" kepada para guru, siswa, dan orang tua yang sedang terguncang.

"Saya mengapresiasi ketenangan dan respons patut dicontoh dari tim pendidikan, yang memungkinkan terhindarnya dampak terburuk."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement