Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintahan Prabowo-Gibran Dikritik Celios, Ini Respons Gerindra!

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |12:34 WIB
Pemerintahan Prabowo-Gibran Dikritik Celios, Ini Respons Gerindra!
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran (foto: dok Okezone)
A
A
A

Sugiat juga menolak rekomendasi Celios untuk mengganti indikator ekonomi konvensional dengan indeks kebahagiaan (happiness index) dan planetary boundary. Menurutnya, indikator pembangunan harus tetap memperhitungkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan.

"Laporan CELIOS merekomendasikan penggantian indikator ekonomi konvensional dengan happiness index dan planetary boundary. Menuntut perubahan indikator makroekonomi secara drastis dengan mengabaikan pertumbuhan riil justru akan menjebak negara dalam ukuran-ukuran abstrak yang tidak menyentuh kebutuhan dasar perut rakyat sehari-hari," katanya.

Terkait usulan pajak kekayaan sebesar 1–2 persen bagi orang superkaya yang diklaim dapat menambah penerimaan negara hingga Rp142,2 triliun, Sugiat memperingatkan kebijakan tersebut berisiko memicu pelarian modal dan menekan investasi domestik.

"Pemerintah memilih memperkuat kepatuhan pajak secara proporsional dan mendorong hilirisasi industri untuk memperluas basis penerimaan negara secara sehat, bukan dengan kebijakan gegabah yang menakutkan para investor," ucapnya.

Gerindra juga membela program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang disorot Celios terkait pemotongan Dana Desa. Sugiat menilai penguatan kelembagaan ekonomi lokal merupakan bagian penting untuk mendorong kemandirian finansial masyarakat desa.

Dia turut membantah kritik terhadap penegakan hukum pemerintah dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Menurutnya, upaya penegakan hukum tidak semestinya langsung dianggap bermuatan politis.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement