Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Sebut Ada Kelompok Ingin Indonesia Terpecah: Yang Jahat Pasti Akan Kalah

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 31 Oktober 2026 |09:08 WIB
Prabowo Sebut Ada Kelompok Ingin Indonesia Terpecah: Yang Jahat Pasti Akan Kalah
Presiden Prabowo Subianto (foto: dok ist)
A
A
A


JAKARTA - Presiden Prabowo menyinggung bahwa ada kelompok-kelompok yang ingin Indonesia terpecah. Namun, Prabowo menegaskan siapapun yang jahat dapat dipastikan dia akan kalah.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Mulanya, Prabowo mengatakan bahwa dirinya meminta agar nilai Pancasila dan kebangsaan tetap dipertahankan dan diajarkan di SMA Taruna Nusantara.

“Nilai-nilai yang kita ajarkan, saya minta dipertahankan, nilai Pancasila, nilai kebangsaan, ya. Karena masih banyak kelompok-kelompok yang sesungguhnya tidak suka dengan Pancasila. Mereka ingin punya paham lain. Ada yang ingin mendirikan negara agama, ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan suku, ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan ras. Ini sumber perpecahan,” kata Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (31/10/2026).

Prabowo pun menyinggung konflik yang melanda sejumlah negara di dunia hingga saat ini. Bahkan, mengakibatkan ribuan ibu-ibu hingga anak-anak yang tidak berdosa harus meninggal setiap harinya. Dia pun mengingatkan bahwa konflik yang terjadi tersebut karena pemimpin-pemimpinnya tidak waspada terhadap kelompok yang ingin memecah-belah.

“Kita lihat di seluruh dunia sekarang, perang, pertikaian, perang, pertikaian, pertumpahan darah, puluhan ribu ibu-ibu, anak-anak, orang tidak berdosa mati tiap hari. Kenapa? Pemimpin-pemimpinnya tidak waspada. Kenapa? Terpecah. Dan ada kelompok-kelompok di Indonesia yang ingin negara kita pecah, yang ingin negara kita pecah,” ujarnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement