Sementara itu, jet tempur Hungaria sempat mengawal tiga penerbangan sipil yang menerima ancaman bom saat pesawat-pesawat tersebut berada di wilayah udara negara itu.
Organisasi media turut menjadi sasaran.
Di Irlandia, lembaga penyiaran RTÉ mengevakuasi kantor pusatnya di Dublin setelah menerima surel berisi ancaman, sementara polisi menyisir lokasi tersebut dengan bantuan anjing pelacak.
Mediahuis Ireland dan Independent News Media juga mengevakuasi kantor mereka untuk sementara waktu. Virgin Media turut menerima ancaman serupa, namun tetap melanjutkan siaran tanpa mengevakuasi kantornya.
Pemerintah Irlandia menyatakan bahwa ancaman bom palsu yang dikirimkan ke berbagai media di Irlandia—di tengah maraknya ancaman terhadap penerbangan di seluruh Eropa—kemungkinan besar merupakan bagian dari "kampanye gangguan yang terkoordinasi".
Lembaga penyiaran asal Inggris, Sky, juga mengonfirmasi telah menerima ancaman keamanan.
Perusahaan tersebut menyatakan telah melakukan penilaian keamanan dan memberi tahu pihak berwenang terkait, seraya menegaskan bahwa keselamatan staf tetap menjadi prioritas utama mereka.