Meski demikian, poin-poin isi pidato Suu Kyi masih diragukan kebenarannya. Bahkan beberapa tampak kontradiktif dengan fakta-fakta yang dilaporkan oleh komisi khusus dan dikompilasi oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan.
Berikut poin pidato Suu Kyi dan ulasannya, seperti dilansir CNN, Rabu (20/9/2017).
1. "Kami Ingin Tahu Mengapa Terjadi Eksodus"
Dalam pidatonya, Suu Kyi menyatakan bahwa ia ingin mencari tahu penyebab terjadinya eksodus para etnis Rohingya ke negeri tetangga.
"Kami ingin mengetahui mengapa terjadi eksodus. Kami ingin bicara dengan mereka yang melarikan diri dan mereka yang tetap tinggal. Saya kira hanya sedikit yang tahu bahwa sebagian besar warga Muslim di Rakhine tidak ikut melarikan diri. Mereka masih ada di sana dan kami ingin tahu mengapa. Kami ingin mengetahui sumber masalah dari daerah-daerah yang bermasalah, dan juga mencari tahu mengapa ada daerah-daerah yang tidak bermasalah," ujar Suu Kyi.
BACA JUGA: Tak Cuma Prihatin, Suu Kyi: Kami Kutuk Keras Pelanggaran HAM terhadap Rohingya
Aung San Suu Kyi saat menyampaikan pidato terkait Rohingya di Naypyidyaw, Myanmar, Selasa 19 September 2017. (Foto: Reuters)
Namun, pernyataan Suu Kyi bahwa pemerintahnya tidak tahu akar masalah krisis Rohingya cukup aneh mengingat ia berkali-kali mengutip laporan yang dibuat Annan, yaitu Laporan Lengkap Komite Penasihat tentang Negara Bagian Rakhine.
Laporan yang dirilis pada Agustus 2017 mengidentifikasi beberapa isu kunci, termasuk ketiadaan status kewarganegaraan bagi Muslim Rohingya, tantangan sosioekonomi yang dihadapi Rakhine, serta keterlibatan polisi dan militer di negara bagian itu.