6. "Tidak Ada Operasi Pembersihan Sejak 5 September"
Akhir Agustus, militan Rohingya menyerang dan membunuh 12 petugas keamanan. Demikian laporan kantor berita Myanmar, yang sontak memantik gelombang kekerasan di Rakhine.
Kelompok-kelompok HAM dan pengamat lainnya menyatakan, serangan tersebut merupakan respons atas berbagai operasi militer dan keamanan, termasuk serangan udara menggunakan helikopter serta pembakaran berbagai desa yang dihuni Muslim Rohingya. Para pengungsi juga menyatakan kepada CNN bahwa kelompok non-Muslim dipersenjatai dan didesak untuk menyerang tetangga Muslim mereka.
Pengungsi Rohingya berebut bantuan makanan. (Foto: Reuters)
Dalam pidatonya, Suu Kyi mengklaim bahwa upaya Pemerintah Myanmar untuk menormalkan situasi di Rakhine berhasil. "Sejak 5 September, tidak ada bentrokan bersenjata dan operasi pembersihan," tukasnya.
Bagaimanapun juga, gambaran satelit yang diperiksa Amnesti Internasional menunjukkan puluhan desa terbakar dan sejak tanggal tersebut.
(Rahman Asmardika)