JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan besar-besaran jelang pergantian tahun. Sebanyak 187 perwira tinggi (pati) TNI dari tiga matra mendapat posisi baru.
Demikian tertuang dalam Surat Keputusan (Skep) Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan TNI.
Rinciannya adalah 109 pati TNI AD, 36 pati TNI AL, dan 42 pati TNI AU. Salah satu jenderal yang dimutasi adalah Letjen Widi Prasetijono dari dosen Universitas Pertahanan (Unhan) menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
"Proses hukum," tulis salinan Skep Panglima TNI di Jakarta tanggal 15 Desember 2025 sebagaimana dikutip Okezone, Jumat (26/12/2025).
Informasi yang diterima Okezone, Jenderal Kopassus ini tersandung dugaan kasus penjualan aset Yayasan Kodam Diponegoro saat dia menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro.
Pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, pada 4 Juni 1971 ini merupakan Abituren Akmil 1993. Widi memulai karier militernya di kesatuan Infanteri Kopassus.
Pada tahun 2011 hingga 2012, Widi menjabat sebagai Komandan Kodim 0735/Surakarta. Pada periode tersebut, Presiden ke-7 Joko Widodo masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Kedekatan profesional ini berlanjut ketika Widi dipercaya menjadi ajudan Jokowi pada awal masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yaitu dari tahun 2014 hingga 2016.