JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada seluruh anggota Polri untuk terus menjaga semangat keteladanan Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Seluruh anggota Polri harus terus menjaga semangat Hoegeng, merawat institusi yang kita cintai, serta menjadi polisi yang benar-benar dicintai masyarakat,” kata Sigit dalam sebuah acara di Jakarta Selatan, dikutip Minggu (2/8/2026).
Mantan Kapolda Banten ini mengajak seluruh jajaran menjadikan semangat Hoegeng sebagai pedoman dalam menjaga integritas dan profesionalisme, baik ketika menjalankan tugas di hadapan masyarakat maupun saat tidak berada dalam pengawasan.
Menurutnya, anggota Polri harus tetap bekerja sepenuh hati untuk institusi dan masyarakat dalam setiap situasi. Konsistensi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Sigit menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam hal ini.
“Semangat tersebut harus terus kita jaga sebagai obor yang akan melahirkan Hoegeng-Hoegeng berikutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Pemuda Al Washliyah (GP Al Washliyah), Aminullah Siagian, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kapolri untuk menyalakan semangat pengabdian, integritas, dan keteladanan Hoegeng Iman Santoso di Polri.
"Semangat Jenderal Hoegeng tidak boleh hanya menjadi bagian dari sejarah. Nilai-nilai kejujuran, keberanian, integritas, kesederhanaan, serta keberpihakan kepada rakyat harus menjadi obor yang menerangi Polri. Kami mendukung penuh komitmen Kapolri agar semangat itu terus menyala di tubuh Polri," ujar Aminullah.
Menurutnya, figur Jenderal Hoegeng merupakan simbol kepemimpinan yang bersih dan berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Keteladanan tersebut, kata dia, sangat relevan dengan tantangan Polri saat ini yang dituntut semakin profesional, modern, transparan, dan dipercaya masyarakat.
"Hoegeng telah memberikan teladan bahwa seorang pemimpin kepolisian harus berdiri di atas kepentingan hukum, bukan kepentingan pribadi ataupun kelompok. Nilai itulah yang harus terus diwariskan kepada setiap anggota Polri, dari tingkat Mabes hingga pelosok daerah," katanya.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memberikan dukungan kepada Polri yang terus melakukan pembenahan internal. Menurutnya, kritik yang konstruktif perlu disampaikan sebagai bentuk kepedulian, namun setiap capaian dan langkah positif aparat penegak hukum juga patut mendapatkan apresiasi.
"Kepercayaan publik terhadap Polri dibangun melalui kerja nyata. Karena itu, semangat Hoegeng harus benar-benar menjadi budaya kerja, bukan sekadar slogan," tegasnya.
Dia berharap, komitmen yang telah disampaikan Kapolri dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh jajaran sehingga lahir semakin banyak polisi yang berani, jujur, berintegritas, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.
"Kami percaya, apabila semangat Hoegeng terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian, maka Polri akan semakin dicintai masyarakat dan semakin kokoh sebagai institusi penegak hukum yang profesional, modern, dan terpercaya," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )