"Tapi saya tetap semangat. Bagaimanapun caranya, ada tantangan walaupun sakit, saya tetap latihan. Karena saya yakin saya bisa. Saya bukan perempuan lemah, saya itu kuat. Saya akan latihan dengan sungguh-sungguh supaya bisa mengibarkan bendera," jelas dia.
Kini, Julia tetap antusias berlatih menjelang upacara HUT ke-81 RI di Kompleks Istana Negara yang tinggal menghitung hari meski kedua orangtua yang dulu menjadi pendorong utama motivasinya sudah tak bisa lagi menyaksikan antusiasme tersebut.
Ia berkisah bahwa kedua orangtuanya telah berpulang. Sang ibu meninggal dunia pada 2022, sementara sang ayah wafat dua tahun kemudian. Kendati demikian, Julia tetap bertekad membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa ia mampu menggapai apa yang telah diimpikannya sejak dulu.
"Saya akan menunjukkan kepada seluruh masyarakat di Papua, bahwa saya dari Papua Pegunungan bisa mengibarkan bendera pusaka di istana dengan baik dan tidak ada kesalahan satu pun," ujarnya.
(Arief Setyadi )