JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membantah laporan mengenai kekurangan amunisi akibat perang dengan Iran, hal itu diungkapkan saat pidato pada Sidang Umum PBB di New York, Selasa (22/9/2026).
"Para pengecut dan pengkhianat ingin mengatakan bahwa Amerika Serikat kekurangan amunisi, tetapi itu tidak benar. Kita memiliki lebih banyak amunisi daripada yang pernah kita bayangkan akan kita gunakan, dan kita memproduksinya pada tingkat yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Kita menambah persediaan kita lebih cepat daripada yang pernah kita lakukan sebelumnya," kata Trump dilansir dari abcnews, Rabu (23/9/2026).
Trump kemudian membela keputusan pemerintahannya terkait perang dengan Iran. Ia kembali menyinggung sejarah terorisme dan penindasan yang menurutnya dilakukan rezim Iran.
"Sebagai presiden dari negara paling luar biasa dalam sejarah, saya tidak tertarik membiarkan bahaya terus berkembang untuk hari berikutnya," kata Trump.
Trump juga berterima kasih kepada PBB atas dukungannya terhadap resolusi yang menyatakan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Ia juga mengatakan, keputusan AS berperang dengan Iran pada akhirnya akan melindungi negara-negara sekutunya di Eropa.
Trump turut meminta para pemimpin dunia menunjukkan persatuan. Ia mengatakan berakhirnya perang dengan Iran akan berdampak pada penurunan harga minyak.
"Jika kita bersatu, kita akan segera melihat dunia yang bebas dari ancaman teror Iran selama 51 tahun terakhir, dan harga minyak akan anjlok lebih rendah lagi daripada saat awal konflik," kata Trump.
Ia juga mengatakan harga minyak di AS saat ini berada pada level rendah dan menyebut keberanian serta tekad dapat membuat berbagai hal menjadi mungkin.
(Awaludin)