Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cara Komplotan Pembantu Palsu Gasak Brankas

Cara Komplotan Pembantu Palsu Gasak Brankas
Ilustrasi (foto : Okezone)
A
A
A

Komplotan bandit ini, kata Heru, diketuai oleh Rohim. Ia menjadikan Nasekhatul Khasanah alias Seha yang juga istri dari Imin sebagai pembantu di rumah korban.

"Dan tersangka R (buron) meminta kepada sang pemilik rumah agar tersangka S dijadikan pembantu. Sedangkan R menjaminnya dengan alasan dia dari penyalur resmi," tutur Heru.

Korban pun langsung percaya kepada Rohim. Selama seminggu bekerja, Seha memantau lokasi brankas milik korban. "Saat kondisi rumah sepi, tersangka S menghubungi teman-teman lainnya untuk beraksi," lanjutnya.

Lalu para pelaku langsung masuk ke dalam rumah mewah tersebut dan berhasil membawa kabur satu buah brankas yang berisi perhiasan emas dengan total seberat 1,5 kilogram. Perhiasan tersebut dijual para tersangka seharga Rp200 juta. "Padahal perhiasan emas itu nilainya Rp2 miliar," jelas Heru.

Setelah menjual hasil pencurian tersebut, Rohim pun membagi hasilnya, tersangka Seha mendapatkan Rp30 juta, Imin Rp10 juta, Sumarno Rp30 juta, Sukiman, Rp15 juta, dan sisanya dibawa oleh Rohim dan Bedun. Usai berbagi hasil pencurian para tersangka langsung melarikan diri ke berbagai daerah.

Polisi berhasil menangkap para tersangka di kawasan Batang, Jawa Tengah pada tanggal 22 Oktober 2014.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement