Keracunan makanan ini menyebabkan 200an karyawan dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Untuk di RS Rajawalai Citra sendiri ada 26 orang, sementara di RS Permata Husada 46 orang.
"Belum rumah sakit dan puskesmas yang lain. Selain yang berobat jalan, ada 200an," jelasnya.
Keracunan massal di pabrik wig itu sudah dua kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sesuai dengan rekomendasi dinkes saat keracunan yang pertama, pihak pabrik sebenarnya sudah mengganti perusahaan katering.
"Sebenarnya kateringnya sudah diganti, mungkin karena sial," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RS Rajawali Citra, Asri Priyani, mengatakan, dari 26 orang yang masih dirawat, 18 di antaranya masih dalam tahap observasi, sementara sisanya masuk bangsal.