Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Raja Bangkalan yang Wafat di Pengasingan

Syaiful Islam , Jurnalis-Senin, 22 Juni 2015 |13:20 WIB
Kisah Raja Bangkalan yang Wafat di Pengasingan
Kisah Raja Bangkalan yang wafat di pengasingan (Foto: Syaiful Islam/Okezone)
A
A
A

Lalu, sambung Hamid, putri Raja Bali tersebut berhasil disembuhkan oleh Cakraningrat IV. Akhirnya, Cakraningrat IV mempersunting putri Raja Bali dan dibawa pulang ke Madura. Kemudian Putri Bali ini menjadi mualaf, kemudian berubah nama menjadi Raden Ayu Siti Khotijah.

"Siti Khotijah wafat di Bali, setelah difitnah dengan leak. Ketika itu Beliau sedang Salat Maghrib dengan memakai mukena lalu dituduh melakukan sihir. Beliau akhirnya dihukum mati," ujarnya.

Tetapi sebelum wafat, Siti Khotijah sempat membantah tuduhan tersebut. Bahkan, dia juga berwasiat jika nanti jenazahnya berbau harum maka minta dimakamkan dan berarti tidak bersalah. Namun jika jenazahnya tidak berbau harum, maka silakan dibakar.

"Rupanya jenazah Raden Ayu Siti Khotijah harum, lalu Beliau dimakamkan. Hingga kini makam Beliau menjadi makam keramat dan banyak warga yang berziarah ke sana. Di Bali ada Kampung Islam, awalnya merupakan dayang putri dan lelaki yang mengantar Raden Ayu Siti Khotijah dari Madura ke Bali," urainya.

Sedangkan Cakraningrat IV sendiri kini dimakamkan di Permakaman Aer Mata (Air Mata) Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Sebelumnya jenazah Cakraningrat IV dimakamkan di Tanjung Harapan, Afsel, pada 1745.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement