"Kemudian pada 1753, putra Cakraningrat IV yakni Panembahan Sedo Mukti (Cakraadiningrat V) meminta jenazah ayahnya kepada Belanda agar dibawa pulang. Belanda pun menyetujui, lalu cakraningrat IV dimakamkan di Aer Mata," urainya.
Sampai sekarang banyak masyarakat yang datang berziarah ke makam Cakraningrat IV di Permakaman Aer Mata. Apalagi saat ini memasuki bulan suci Ramadan. Tidak hanya warga Madura yang berziarah, tapi banyak juga peziarah yang datang dari luar daerah.
Sementara itu, salah seorang peziarah, Mohammad Ridwan, menyatakan sering datang ke sana karena suka akan ketokohan dan perjuangan Cakraningrat IV saat melawan penjajah di bumi Madura Barat.
"Seyogianya kita hadir berziarah untuk mengenang perjuangan Beliau. Saya berharap Cakraningrat IV bisa masuk deretan daftar pahlawan nasional atas jasa-jasa beliau. Apalagi saya membaca artikel dari Pak Yusril, yang akan mengkaji dan akan menobatkan sebagai pahlawan jika memang layak saat menjadi mensesneg. Menurut saya, Beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan nasional," terang Ridwan.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.