Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pahit Burhan "Kampak", Algojo Pembantai PKI

Kisah Pahit Burhan
Burhan "Kampak", sang Algojo Pembantai PKI (Foto: BBC)
A
A
A

Tiga tahun silam, sosoknya menjadi sorotan, setelah majalah Tempo edisi awal Oktober 2012 menulis tentang “Pengakuan Algojo 1965”. Burhan disebut sebagai salah-seorang algojo, tukang jagal orang-orang PKI di Yogyakarta dan sekitarnya.

“Ketika itu, kita bersenjata tajam,” ungkapnya, sambil menunjukkan salinan majalah tempo itu. Dia mengaku membuat kampak (kapak) yang kemudian diberi tangkai panjang.

Keterangan waktu “ketika itu” merujuk rentang waktu antara Oktober 1965 dan 1967, adapun “kita” menunjuk pada kelompok anti komunis. Dia mengaku aktivis Himpunan mahasiswa Islam (HMI) dan KAMI (Kesatuan aksi mahasiswa Indonesia) dan Laskar Ampera Aris Margono.

“Wuah, saya satu-satunya yang membawa kampak panjang,” ungkapnya. Tangan kanan-kirinya merentang, mencoba menggambarkan kira-kira panjang kapaknya.

Setelah peristiwa pembunuhan enam jenderal Angkatan darat dan satu perwira pada Oktober 1965, demikian dia selalu tekankan, di Yogyakarta terjadi “perang sipil” antara kelompok komunis dan anti komunis.

“Pilihannya dibunuh atau membunuh. Lengah sedikit, kita mati. Kita sudah saling berhadap-hadapan,” tuturnya.

Ketika wawancara berlangsung, sesekali cucu perempuannya muncul dan mengintip dari balik tirai. Kue manis dan teh hangat disajikan di atas meja.

Semula pihaknya dalam posisi tertekan. Tetapi semuanya menjadi berbalik, ketika pasukan RPKAD dan Kostrad turun ke Yogyakarta untuk melakukan “pembersihan PKI”, katanya.

Dia kemudian mengungkap salah-satu pengalamannya membunuh seseorang yang disebutnya anggota PKI. Itu dilakukannya demi menyelamatkan temannya yang hampir dibunuh.

“Saya di belakang, kampak saya panjang. Duar! Pedang (anggota PKI itu) jatuh. Dia saya pukul, saya seret, saya bawa pergi, mati!” serunya.

Dalam wawancara dengan Tempo, dia mengaku mendapat izin untuk membunuh orang yang dipastikan terlibat PKI. Dia juga mengaku diberi pistol jenis FN.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement