Rata-rata lama genangan air di Surabaya saat ini sekira 30 menit. Ini mengalami perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai satu jam. "Biasanya genangan ini karena dipicu hujan deras. Gorong-gorong, meskipun sudah dibangun dengan baik, kalau curah hujan tinggi, tetap saja menimbulkan genangan," katanya.
Bakesbanglinmas Kota Surabaya saat ini fokus pada wilayah-wilayah yang menjadi langganan terjadinya genangan air seperti di wilayah Surabaya timur biasanya terjadi di Jalan Gubeng Kertajaya, Jalan Dharmawangsa dan Jalan Pucang.
Sedangkan di Surabaya pusat terdapat di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Kartini, Jalan Dinoyo dan Jalan Majapahit. Begitu juga di Surabaya barat ada di Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Sukomanunggal, Jalan Simorejo serta Jalan Manukan. "Genangan-genangan itu sudah biasa. Tidak lama," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Syaifudin Zuhri meminta Pemkot Surabaya mengurangi genangan air yang masih terjadi di musim hujan. Salah satunya, dengan mengalokasikan anggaran perbaikan drainase di semua titik kota, khususnya yang kerap terjadi genangan. "Setiap tahun dianggarkan penyelesaian genangan air, untuk mengurangi titik genangan. Perbaikan drainase itu dilakukan dengan perbaikan jalur pedestrian, agar tidak kerja dua kali," katanya.
Untuk tahun anggaran 2015, katanya, proses pengerjaan perbaikan drainase masih berjalan di sejumlah titik. Dia menyebut, seperti di Jalan Semarang, Jalan Sulawesi, Pandegiling, Petemon, dan di kawasan lainnya. Sehingga, lanjut dia, di musim hujan kali ini masih dimungkinkan terjadi genangan. "Kalau genangan masih terjadi. Tapi dengan perbaikan drainase, dan memaksimalkan rumah pompa yang ada, kami yakin titik-titik genangan akan berkurang," ujarnya.
(Muhammad Saifullah )