Namun pada Maret 2016, jumlahnya mengalami penurunan sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama setahun lalu. Sehingga kini jumlah wisatawan Negeri Panda yang berpelesiran ke Taiwan, baru mencapai 363.878 orang.
“Tahun lalu, wisatawan China menyewa sekira 4.000 bus pariwisata dalam sebulan. Tetapi sekarang jumlahnya hanya berkisar 2.800 bus. (Di sini jelas,) China telah menggunakan wisatawan sebagai aset tawar-menawar dengan pemerintahan baru,” tukas Lu Shiaoya, Kepala Asosiasi Bus Pariwisata Nasional Taiwan.
Salah seorang narasumber dari Beijing yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengungkap, formulir permintaan untuk berwisata ke Taiwan mengalami kehabisan di beberapa provinsi, termasuk Henan.
Disinyalir apabila pidato pelantikan Tsai minggu depan cenderung membuat jengkel Beijing, banyak pihak khawatir pemerintahan Xi Jinping akan benar-benar mengacaukan sektor pariwisata Taiwan.
(Silviana Dharma)