Share

Hitung Cepat Dewan Elektoral Kukuhkan Kemenangan Donald Trump

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 20 Desember 2016 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 20 18 1570911 hitung-cepat-dewan-elektoral-kukuhkan-kemenangan-donald-trump-jMWMRlKPFa.jpg Dewan Elektoral mengukuhkan kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS (Foto: Joshua Roberts/Reuters)

WASHINGTON – Dewan Elektoral Amerika Serikat (AS) mengukuhkan kemenangan Donald John Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres) 8 November 2016. Hasil hitung cepat pemungutan suara dewan elektoral menunjukkan kandidat Partai Republik itu telah melewati batas minimal 270 suara.

Pemilihan dewan elektoral biasanya hanya formalitas belaka. Namun, belakangan muncul desakan untuk menggagalkan langkah Trump menuju Gedung Putih dengan memenangkan Hillary Clinton. Sayangnya, upaya tersebut cukup sulit untuk terwujud.

“Saya berterima kasih kepada seluruh warga Amerika karena telah memilih saya sebagai presiden. Dengan capaian bersejarah ini, kita bisa melihat masa depan yang cerah. Saya akan bekerja keras untuk menyatukan negara kita dan menjadi presiden bagi semua warga Amerika,” tutur Donald Trump dalam pernyataan resminya, seperti dimuat BBC, Selasa (20/12/2016).

Perwakilan negara bagian Texas di Dewan Elektoral membawa perolehan suara Trump melebihi batas aman 270 suara. Kendati demikian, dua orang perwakilan mengkhianati Trump dengan memilih calon lainnya. Hasil resmi dari pemilihan Dewan Elektoral baru akan diketahui pada 6 Januari 2017 saat Sidang Kongres AS.

Sebagaimana diberitakan, Donald Trump berhasil mengungguli Hillary Clinton dalam Pilpres AS 2016. Trump meraih 306 suara electoral votes sementara Hillary meraih 232 suara. Padahal, Hillary unggul 65.844.610 suara berbanding 62.979.636 suara milik Donald Trump dalam popular votes. Namun, suara electoral votes yang lebih berpengaruh bagi kemenangan seorang kandidat.

Dewan Elektoral didirikan pertama kali pada 1787. Setiap negara bagian menunjuk jumlah anggota dewan elektoral yang sama dengan jumlah anggota DPR dan senator di Kongres. Ketika pemilih menggunakan hak suara, sesungguhnya mereka sedang memilih perwakilan negara bagian sebagai perpanjangan tangan untuk memilih seorang kandidat yang disenangi negara bagian tersebut.

Sebagian besar negara bagian menganut sistem “pemenang ambil semua”. Ambil contoh Donald Trump yang berhasil memenangkan suara di Florida. Itu berarti kandidat Partai Republik itu mengantongi 29 suara dari dewan elektoral asal negara bagian Florida.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini