Baru pada 3 Oktober, jenazah Jenderal Yani ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Jenderal Yani tidak sendiri, melainkan dengan beberapa koleganya dan satu ajudan Jenderal Abdoel Haris Nasution - Lettu Pierre Tendean.
“Kira-kira jam 11 malam (3 Oktober), kita semua ke MBAD (Markas Besar Angkatan Darat). Ibu ingin lihat, tapi Om Bardi bilang jangan, lihat foto Bapak saja. Kami semua di sana melihat para tentara yang lain, walau gagah, tapi menangis semua di antara peti-peti yang diselimuti bendera merah putih,” tandasnya.
Jenazah para jenderal itu pun akhirnya dibawa ke Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 5 Oktober 1965. Tanggal di mana TNI memperingati hari jadinya yang justru diselimuti duka yang tak terperikan. Hormat untukmu, Jenderal!
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.