Share

Pink Lady Korut Kembali Curi Perhatian Saat Peluncuran Rudal Balistik

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 29 November 2017 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 29 18 1822517 pink-lady-korut-kembali-curi-perhatian-saat-peluncuran-rudal-balistik-kA4jqQ4Lq0.jpeg Penyiar berjuluk Pink Lady, Ri Chun-hee (Foto: Reuters)

PYONGYANG – Sosok satu ini hampir selalu lekat dengan uji coba rudal atau nuklir Korea Utara (Korut). Tokoh yang dimaksud bukan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, melainkan seorang nenek yang mengenakan pakaian tradisional hanbok pink.

Perempuan lanjut usia (lansia) itu dikenal dengan nama Ri Chun-hee. Ia kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan peluncuran rudal balistik Korut pada Rabu (29/11/2017) dini hari waktu setempat. Betapa tidak, Chun-hee adalah presenter siaran berita di televisi milik pemerintah Korut.

Ri Chun-hee sudah bekerja di stasiun televisi tersebut sejak 1971. Ia kembali muncul setelah dua bulan absen seiring pasifnya kegiatan uji coba Korea Utara. Melansir dari Telegraph, Chun-hee kembali ke hadapan kamera dengan latar belakang Gunung Paektu, sebuah gunung berapi di Korea Utara. Dengan senyum lebar khasnya, Chun-hee mengumumkan kemajuan pesat negaranya.

BACA JUGA: Pink Lady, Nenek Penyiar yang Piawai Mainkan Emosi Warga Korut Saat Baca Berita

“Kim Jong-un dengan bangga mengumumkan bahwa sekarang kita akhirnya sudah menyadari pencapaian sejarah besar yakni sebagai negara berkekuatan nuklir, keberhasilan membangun rudal kuat,” ujar Ri Chun-hee dengan mantap.

Perempuan yang diperkirakan berusia 73 tahun itu lahir di tengah keluarga yang tidak berada di Provinsi Gangwon, pada masa penjajahan Jepang. Chun-hee sempat belajar seni acting di Pyongyang University of Theatre and Film sebelum dipilih sebagai corong negara.

Ia direkrut oleh Korea Central Television, dan menjadi presenter utama sejak 1974. Cara Chun-hee mengumumkan peluncuran rudal atau uji coba nuklir, ternyata begitu dikagumi oleh Dinasti Kim yang berkuasa di Korut. Campuran dari gaya bombastis dan penuh drama itu disukai oleh keluarga Kim.

Ketika mengumumkan meninggalnya Bapak Negara, Kim Il-sung, pada 1994, Ri Chun-hee tidak segan-segan menangis di depan kamera. Cara yang sama dilakukan pada 2011 ketika mengumumkan wafatnya Kim Jong-il. Chun-hee berusaha menahan tangis di tengah siaran meski sulit.

Ri sesungguhnya sudah pensiun pada 2012 dan menjalani hidup normal di Pyongyang. Akan tetapi, rezim Korut menariknya kembali untuk mengumumkan keberhasilan-keberhasilan yang dicapai oleh Kim generasi ketiga, yakni Jong-un.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini