Edy Rahmayadi Ngopi Bareng Jurnalis dan Warga di Warung sambil Bahas Pembangunan Sumut

Erie Prasetyo, Okezone · Jum'at 23 Februari 2018 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 23 340 1863687 edy-rahmayadi-ngopi-bareng-jurnalis-dan-warga-di-warung-sambil-bahas-pembangunan-sumut-LuVJm6b9vR.jpg Cagub Sumut nomor urut 1, Edy Rahmayadi, ngopi bareng jurnalis dan warga. (Foto: Erie Prasetyo/Okezone)

MEDAN – Calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1, Edy Rahmayadi, ngopi bareng sejumlah jurnalis dan warga di Warung Kopi Ulee Kareng, Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, Jumat (23/2/2018). Sembari meminum kopi dan sarapan bersama, Edy juga berdiskusi dengan para jurnalis serta warga. Mereka berbicara terkait pembangunan di Sumut.

"Ya enggak usah sarat protokoler lah. Sekarang kan kita harus bicara kualitas, bukan kuantitas," kata Edy mengawali diskusi.

(Baca: Edy Rahmayadi Serukan Pilkada Sumut Tanpa Hoax, SARA, dan Politik Uang)

Dengan waktu menuju pemungutan suara Pilkada Sumut pada 27 Juni 2018, Edy mengajak warga membahas kepemimpinan berkualitas.

"Sumut ini jangan jadi ajang coba-coba. Bukan soal Anda disuruh-suruh jual jamu oleh tim, lalu dibiarkan jamunya laku apa enggak. Pemimpin harus berkualitas. Maka, saya mengajak warga memilih nomor urut 1, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, pada 27 Juni 1018. Mari kita menuju TPS (tempat pemungutan suara) menggunakan hak pilih kita," ujar Edy.

Dengan potensi daerah yang luar biasa, sambung Edy, maka harus dikelola oleh kepemimpinan yang memahami kondisi Sumatera Utara.

"Potensi ini adalah lokomotif pembangunan. Kalau salah kelola maka habislah kita," imbuh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

Melalui konsep 'Sumut Bermartabat', Edy juga menerangkan misinya bersama Musa Rajekshah. Pertama, tata kelola tenaga kerja.

"Adalah keheranan bagi kita bahwa potensi sumber daya kaya luar biasa ini banyak generasi yang tak punya pekerjaan. Ingat, ini bisa berdampak pada keamanan nasional," ungkap Edy.

(Baca: Edy Rahmayadi Dapat Sambutan Meriah saat Berbelanja di Pasar Petisah)

Kedua adalah kesehatan, khususnya untuk ibu hamil. "Jangan ada lagi ibu yang mau melahirkan tapi masih disibukkan biaya persalinan. Jangan ada lagi anak gizi buruk atau tak punya biaya saat menderita sakit, seperti kasus anak hydrocepalus yang ditelantarkan karena tak punya biaya berobat," tegas Edy.

Ketiga mengenai pendidikan. Edy menegaskan bidang pendidikan mampu membawa Sumut menjadi bermartabat.

"Martabat itu harga diri. Jangan ada lagi anak kita mau masuk sekolah favorit harus dengan cara curang. Di mana harga diri Sumut ini? Biaya pendidikan jangan lah diakali. Kasihan orang miskin. Saya ini pernah miskin, jadi saya tahu rasanya. Ibu saya jual kue untuk bisa menyekolahkan saya. Alhamdulillah anak itu pernah jadi Pangkostrad," kata Edy disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Persoalan infrastruktur, pertanian, serta nelayan juga menjadi fokus Edy-Musa agar Sumut bisa bermartabat. "Kalau bisa Sumut ini jadi penyuplai kebutuhan pokok nasional," terangnya.

Usai penjelasan misinya itu, Edy pun berdialog dengan jurnalis dan pengunjung yang hadir di sana. Dialog membahas tata kelola birokrasi, pemerataan pembangunan, hingga keadilan sosial.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini