Usai Diperiksa, Hakim PN Tangerang Langsung Ditahan KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 22:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 337 1872322 usai-diperiksa-hakim-pn-tangerang-langsung-ditahan-kpk-STYFl5uXrd.jpg Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, ‎Wahyu Widya Safitri langsung mengenakan rompi tahanan setelah diperiksa intensif oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, ‎Wahyu Widya ditahan di Rutan KPK belakang Gedung Merah Putih. Dia ditahan untuk 20 hari pertama masa penahanannya.

Selain Wahyu Widya, KPK juga menahan tiga tersangka lainnya. Tiga tersangka tersebut yakni, Panitera Pengganti PN Tangerang, Tuti Atikah ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Kemudian, Agus Wiratno ditahan diRutan Pomdam Jaya Guntur, dan HM Saipudin dititipkan di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK, di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

"Mereka ditahan untuk 20 hari pertama," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

(Baca Juga: Tarik-ulur Suap Pemulusan Gugatan Perdata di PN Tangerang Seharga Rp30 Juta)

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan suap pemulusan putusan perkara perdata yang sedang berproses di PN Tangerang.

Empat tersangka tersebut yakni, Hakim PN Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri; Panitera Pengganti PN Tangerang, Tuti Atika; dan dua orang advokat, Agus Wiratno serta HM Saipudin.

Dalam perkara ini, dua advokat, Agus Wiratno dan HM Sa‎ipuddin diduga menyuap Ketua Majelis Hakim, Wahyu Widya Nurfitri sebesar Rp30 Juta. Uang suap Rp30 juta tersebut diduga untuk memuluskan gugatan perdata perkara wanprestasi yang sedang berproses di PN Tangerang.

Uang Rp30 juta tersebut diberikan oleh Agus Wiratno dalam dua kali tahapan. Pada tahap pertama, Agus menyerahkan Rp7,5 Juta sebagai DP atau tanda jadi pada 7 Maret 2018. Sedangkan sisanya, diberikan ‎pada 12 Maret 2018, kemarin.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Wahyu Widya dan Tuti disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca Juga: KPK Tetapkan Hakim PN Tangerang Tersangka Suap Pemulusan Perkara)

Sedangkan pihak yang diduga pemberi suap, Agus dan HM Saipudin disangkakan melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini