Houthi dan Arab Saudi Lakukan Pembicaraan Rahasia untuk Akhiri Perang

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 16 Maret 2018 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 16 18 1873708 houthi-dan-arab-saudi-lakukan-pembicaraan-rahasia-untuk-akhiri-perang-cmQpxu27MJ.jpg Foto: Reuters

ADEN - Arab Saudi dan musuhnya dalam konflik di Yaman, kelompok Houthi dilaporkan melakukan pembicaraan rahasia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun di Yaman. Perang tersebut telah menimbulkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan jutaan orang terkena dampak dan mengalami kekurangan air, makanan dan tenaga listrik.

BACA JUGA: PBB Meradang, 683 Anak Jadi Korban Perang di Yaman

Pertemuan tersebut diungkap oleh dua diplomat dan dua pejabat Yaman yang tidak mau disebutkan namanya kepada Reuters. Mereka mengatakan bahwa Juru Bicara Kelompok Houthi, Mohammed Abdul-Salam telah melakukan komunikasi langsung dengan pejabat Arab Saudi di Oman dan membahas solusi komprehensif terkait konflik di Yaman. 

"Ada konsultasi antara Houthi dan Saudi, tanpa perwakilan pemerintah yang diakui secara internasional, dan jelas bahwa ada keinginan dari Houthi dan koalisi untuk mencapai kesepakatan komprehensif," kata salah seorang diplomat sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (16/3/2018).

Kedua sumber diplomat mengatakan pembicaraan itu telah berlangsung selama sekira dua bulan dan bertujuan untuk menyusun sebuah kerangka kera untuk sebuah resolusi yang bertepatan dengan kedatangan utusan PBB yang baru, Martin Griffiths. Mantan diplomat Inggris itu mulai bekerja sebagai utusan PBB di Yaman pada Minggu pekan ini.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh pejabat koalisi pimpinan Arab Saudi yang menyatakan tidak ada negosiasi dengan Houthi. Dia juga menegaskan kembali dukungan terhadap upaya perdamaian PBB yang ditujukan untuk mencapai solusi politik. Belum ada pernyataan dari pejabat Houthi. 

Arab Saudi mulai terlibat dalam perang saudara di Yaman pada 2015 setelah Houthi merebut Ibu Kota Sana'a dari pasukan pemerintah Yaman pimpinan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi. Riyadh segera menurunkan kekuatan militer untuk membantu memulihkan kekuasaan sekutunya, Presiden Hadi sekaligus menangkal pengaruh Iran yang merupakan sekutu dekat Houthi di Yaman.

BACA JUGA: Arab Saudi Kembali Tembak Jatuh Rudal Balistik Houthi

Sejak saat itu ribuan serangan udara koalisi pimpinan Saudi telah menewaskan ratusan warga sipil Yaman, sementara serangan roket lintas batas Houthi ke Arab Saudi telah menyebabkan ratusan korban terbunuh. Pasukan koalisi telah berhasil merebut kembali beberapa wilayah dari dan mendapatkan keunggulan teritorial dari Houthi, tetapi upaya untuk merebut Sana'a masih belum mendapatkan kemajuan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini