nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bongkar Prostitusi Online di Aceh, Polisi Tangkap 7 Wanita Muda dan Seorang 'Papi'

Khalis Surry, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 18:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 23 340 1877105 bongkar-prostitusi-online-di-aceh-polisi-tangkap-7-wanita-muda-dan-seorang-papi-cdU35QyZ50.jpg Mucikari alias Papi dan PSK yang Ditangkap di Polresta Banda Aceh (foto: Khalis/Okezone)

BANDA ACEH - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh berhasil membongkar praktik prostitusi online yang terjadi di wilayah kota tersebut. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan seorang pria yang berperan sebagai mucikari dan tujuh orang wanita muda yang diduga merupakan pekerja seks komerisal (PSK).

Ketujuh wanita muda yang diduga PSK tersebut yakni, Ayu (28) karyawan swasta, dan enam yang masih tercatat sebagai mahasiswi, CA (24), RM (23), DS (24), RR (21), IZ (23), dan MJ (23). Selain itu, polisi juga mengamankan mucikari yang berinisial MRS (28), juga tercatat masih sebagai mahasiswa. Keseluruhan PSK itu merupakan warga Aceh, dan seorang mucikari merupakan warga Sumatera Utara.

Mucikari alias Papi dan PSK yang Ditangkap di Polresta Banda Aceh (foto: Khalis/Okezone)

(Baca Juga: Polisi Tangkap Perempuan 19 Tahun, Diduga Jadi Mucikari Prostitusi Online)

Muckari dan seorang yang diduga PSK tersebut diciduk Hotel The Pade, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar pada Rabu 21 Maret lalu sekira pukul 23.00 WIB. Setelah polisi melakukan teknik undercover dalam upaya melakukan penangkapan pelaku praktik prostitusi online itu.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto mengatakna, penangkapan itu bermula ketika personel Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mendapatkan informasi yang berkembang dari masyarakat bahwa ada praktik prostitusi online di wilayah hukum Banda Aceh, melalui media sosial jenis WhatsApp.

Mucikari alias Papi dan PSK yang Ditangkap di Polresta Banda Aceh (foto: Khalis/Okezone)

Selanjutnya, setelah mengantongi informasi tersebut polisi langsung melacak kontak yang diduga pelaku mucikari. Kemudian, setelah mendapatkan kontak yang diduga penyedia pekerja seks komersial, unit PPS Sat Reskrim langsung melakukan teknik penyamaran atau undercover untuk melakukan penangkapan. Melalui percakapan WhatsApp, kepada polisi yangs sedang menyamar, pelaku menawarkan beberapa diduga PSK dengan cara mengirim foto-fotonya.

''Kita pesan baru dikasih beberapa contoh-contoh barang, nanti dipilih yang mana, setelah oke, terus melakukan transaksi diberikan barangnya. Tarifnya yang ada ini satu orang dua ribu (Rp2 juta),'' kata Trisno dalam konferensi pers, Jumat (23/8/2018).

Setelah menyepakati pesanan dan tarif, pelaku langsung membawa seorang yang diduga PKS ke hotel tersebut. Dan kemudian melakukan transaksi di dalam kamar hotel dengan polisi yang melakukan penyamaran, dan langsung memberi sejumlah uang yang telah disepakati sebelumnya sebesar Rp2 juta untuk satu orang PSK. Kemudian, setelah melakukan transaksi, pelaku kembali dan meninggalkan seorang wanita tersebut di dalam kamar hotel.

Mucikari alias Papi dan PSK yang Ditangkap di Polresta Banda Aceh (foto: Khalis/Okezone)

(Baca Juga: Bisnis Prostitusi Online, Mahasiswa Ditangkap Polisi)

''Pada saat pelaku hendak kembali anggota kita langsung mengamankan pelaku dan barang bukti dari tangan pelaku,'' ujar Trisno.

Atas perbuatannya, mucikari tersebut akan dijerat dengan pasal 25 ayat 2 jo pasal 23 ayat 2 jo pasal 6 qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang huku Jinayat. Dengan unsur dalam pasal tersebut berupa setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan, menyediakan fasilitas atau mempromosikan jumlah khalwat dan ikhtilat, dengan ancaman hukuman 45 kali cambuk atau denda 450 gram emas murni, dan atau penjara maksimal 45 bulan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini