"Meskipun tak ada korban jiwa namun kebakaran itu menghabiskan 27 unit rumah adat dari total 33 rumah. Tersisa enam rumah," katanya.
Api yang menyala cukup besar baru bisa dipadamkan setelah Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Ngada bersama masyarakat sekitar melakukan pemadaman. Dia menyebut selain rumah adat, sejumlah pusaka adat yang ada ludes terbakar tak tersisa.
"Kerugian material dari masing-masing rumah adat diperkirakan Rp200 juta, tidak termasuk biaya ritual tahapan pembuatan rumah adat," katanya.
Saat ini Pemerintah Derah Kabupaten Ngada sedang melakulan penanganan darurat, dengan membangun tenda dan logistik bagi warga yang menjadi korban kebakaran itu.
"Untuk anak-anak dan perempuan pemerintah evakuasi ke sejumlah tempat penampungan, sementara warga laki-laki dewasa lainnya akan tetap tinggal di tenda yang dibangun pemerintah," katanya.