
Aksi tanggap darurat pemerintah ini akan dilakukan selama sepekan ke depan. "Besok Selasa 14 Agustus 2018 akan dilakukan ritual adat sebagai bagian dari cara menolak bala," katanya menambahkan. Sementara itu dia mengaku para tokoh adat di kampung itu sudah bersepakat menerima hal ini sebagai musibah dan bertekad untuk membangun kembali kampung adat itu.
Untuk itu sangat dibutuhkan bantuan dan dukungan pemerintah terutama pemerintah dari semua tingkatan untuk mewujudkan harapan warga yang telah menjadi korban. "Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dan Deputi VII Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK RI," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)