nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita Dokumen Dugaan Gratifikasi Bupati Malang Usai Geledah 4 Kantor

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 22:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962873 kpk-sita-dokumen-dugaan-gratifikasi-bupati-malang-usai-geledah-4-kantor-cR0xQ47jW8.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali menggeledah tiga kantor dinas Pemerintah Kabupaten Malang dan satu Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP). Keempat kantor yang digeledah tersebut yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Dinas Peternakan, serta Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Dari tiga kantor dinas dan satu Kantor ULP Pemkab Malang itu, Tim Penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik. Dokumen tersebut diduga berkaitan dengan gratifikasi dari sejumlah proyek yang diterima Bupati Malang Rendra Kresna.

"Dari lokasi tersebut disita barang bukti elektronik dan dokumen-dokumen terkait proyek‎," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

(Baca juga: KPK Sita 15 Ribu Dolar Singapura dari Rumah Bupati Malang)

Bupati Malang Rendra Kresna. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Hingga kini tim penyidik masih berada di lapangan untuk mencari bukti-bukti tambahan terkait kasus korupsi yang menyeret Bupati Malang Rendra Kresna.

KPK sendiri telah menetapkan Bupati Rendra sebagai tersangka. Ia disangkakan melanggar dua pasal sekaligus yakni terkait suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan dugaan penerimaan gartifikasi.

Dalam perkara pertama, Rendra ditetapkan tersangka bersama-sama dengan pihak swasta yakni Ali Murtopo (AM). Rendra diduga menerima suap Rp3,45 miliar dari Ali terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Kemudian pada perkara kedua, Rendra diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,55 miliar ketika menjabat Bupati Malang selama dua periode. Mantan politikus Partai Nasdem itu diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan pihak swasta yakni Eryk Armando Talla.

(Baca juga: Bupati Malang Jadi Tersangka Korupsi, Total Nilainya Rp7 Miliar)

Ilustrasi dugaan suap. (Foto: Shutterstock)

Sebagai pihak yang diduga menerima suap sarana pendidikan, Rendra disangkakan melanggar Pasal‎ 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara terduga pemberi suap, Ali Murtopo, disangkakan melanggar Pasal‎ 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terkait penerimaan gratifikasi, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar Pasal 12B UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.‎

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini