nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Fakta Penggeledahan Penyidik KPK di Malang, Nomor 2 Bikin Geleng-Geleng Kepala

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 10:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 13 519 1963519 8-fakta-penggeledahan-penyidik-kpk-di-malang-nomor-2-bikin-geleng-geleng-kepala-GH1tFwMiZl.jpg Penyidik KPK Melakukan Penggeledahan di Sejumlah Tempat di Kabupateng Malang, Jawa Timur (foto: Avirista M/Okezone)

MALANG - Penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama tiga hari terakhir ini memunculkan beberapa fakta menarik.

Berikut fakta-fakta di balik penggeledahan penyidik KPK di Kabupaten Malang:

8. Sempat Berkantor di Polres Malang Kota

Sebelum beraksi kembali mengobok-obok Kabupaten Malang, 35 orang penyidik KPK sempat melakukan kordinasi dengan kepolisian dan meminjam ruangan di Polres Malang Kota, Senin 8 Oktober 2018.

Polres Malang Kota (foto: Avirista M/Okezone)	Polres Malang Kota (foto: Avirista M/Okezone) 

Mereka tiba sekitar pukul 10.00 WIB pada Senin pagi dan langsung menuju ruangan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, dan berlansung tak lama hanya sekitar 15 menit.

Tim dari penyidik KPK sempat meminjam ruangan eksekutif Polres Malang Kota untuk berkordinasi dan melakukan rapat.

(Baca Juga: Bupati Malang Jadi Tersangka Korupsi, Total Nilainya Rp7 Miliar) 

Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan informasi kedatangan tim KPK ke Kota Malang. "Benar ada tapi cuma sebentar ke sini. Tadi saya tahunya kalau ada tim KPK dari Kasat Intel," ujarnya ditemui awak media.

7. Saat Digeledah Bupati Malang Tak Berada di Lokasi

Penyidik KPK pertama kali beraksi dengan menggeledah rumah dinas Bupati di Pendopo Agung Pemkab Malang di Jalan Agus Salim Kota Malang.

"Saya kebetulan dari Surabaya langsung menuju sini (rumah dinas) sampai setelah Isya. Tadi jam 6 laporannya juga ke sana (rumah pribadi)," ujar Bupati Malang, Rendra Kresna kepada awak media, Senin 8 Oktober 2018, malam.

Bupati Malang Rendra Kresna usai rumah dinasnya digeledah KPK. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)	Bupati Malang Rendra Kresna usai rumah dinasnya digeledah KPK. (Foto : Avirista M/Okezone) 

6. Pengakuan Tersangka Sebelum Ditetapkan Resmi oleh KPK

Meski baru dilakukan penggeledahan oleh penyidik KPK di rumah dinas dan rumah pribadi Bupati Malang Rendra Kresna, mengeluarkan pernyataan mengejukan.

Ia mengaku, dalam berita acara penggeledahan disebutkan dirinya sebagai tersangka. "Saya disangkakan menerima gratifikasi dari pemborong rekanan DAK 2011. Ya tersangka, saya membaca di berita acaranya penggeledahan itu menyatakan bahwa saya tersangka kasus ini, nama Rendra Kresna," ungkap Rendra ditemui awak media, Selasa 9 Oktober 2018.

Kontak pernyataan Rendra memunculkan spekulasi saat itu bahwa statusnya akan segera berubah. Meski akhirnya saat itu dibantah oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

5. Pernah Diperiksa KPK di Jakarta

Sebuah pernyataan mengejutkan Rendra kembali terlontarkan sesaat setelah penyidik KPK melakukan penyelidikan di rumah pribadi dan rumah dinasnya.

Rendra mengetahui bahwa dirinya dilaporkan ke KPK terkait adanya aliran dana ke dirinya. "Saya pernah dipanggil. Saya pernah dilaporkan ke KPK dan pernah dipanggil," ujar Rendra.

Tak hanya Rendra saja, dari pengakuannya sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Malang pernah mendapatkan panggilan pemeriksaan di Jakarta. "Kira-kira satu tahun yang lalu. Tentang jatah dana pendidikan," jelas Rendra.

4. Geledah 17 Lokasi Berbeda

Sejak melakukan penyidikan pada 4 Oktober 2018, penyidik KPK telah menggeledah setidaknya 17 tempat berbeda.

Dari 17 lokasi tersebut, mayoritas berada di area Malang raya, di awali dengan penggeledahan di rumah dinas dan Pendopo Agung bersamaan dengan rumah pribadi Rendra Kresna pada Senin 8 Oktober 2018 hingga terakhir pada Jum'at petang (12/10/2018) yakni rumah anak Bupati Rendra Kresna, Kresna Dewanata Phrosakh di Perumahan Bumi Araya, Malang.

Penyidik KPK di Kabupaten Malang (foto: Avirista M/Okezone)	Penyidik KPK di Kabupaten Malang (foto: Avirista M/Okezone)

3. Menyita Uang dari Rumah Dinas dan Kantor Dinas

Penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK memunculkan fakta mengejutkan dengan penemuan uang Rp 305 juta dari kantor Dinas Bina Marga.

(Baca Juga: KPK Sita 15 Ribu Dolar Singapura dari Rumah Bupati Malang)

"Dari kantor Dinas Bina Marga disita Rp305 juta dan lokasi lainnya disita dokumen dan barang bukti elektronik," terang Febri Diansyah.

Tak hanya itu, penyidik KPK juga menemukan uang senilai 15 ribu dolar Singapura dari rumah dinas bupati di kompleks Pendopo Agung, Jalan KH. Agus Salim, Kota Malang, serta uang tunai Rp 18,9 juta dari salah satu kepala bidang dinas di lingkungan Pemkab Malang.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat melakukan konferensi pers penetapan tersangka kepada Rendra Kresna di kantor KPK, Kamis 11 Oktober 2018.

2. Penyidik KPK Tersesat di Pendopo Agung

Ada - ada saja kejadian unik yang dialami penyidik KPK saat melakukan penggeledahan di Malang. Saat tengah menggeledah kantor instansi di kawasan Pendopo Agung Pemkab Malang, penyidik KPK 'tersesat' alias salah jalan.

Kejadian unik terjadi pasca penggeledahan hari kedua Selasa 9 Oktober 2018, di mana saat itu penyidik KPK selesai menggeledah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan hendak menggeledah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Namun, entah untuk mengelabui awak media atau memang tidak tahu kantor DLH, kantor yang seharusnya tinggal menyeberang dari BPKAD dan sudah ditunggu awak media di depan kantor DLH, justru memilih memutar.

Tapi yang terjadi beberapa penyidik tersebut malah tersesat di jalan buntu belakang mobil pemadam kebakaran.

Alhasil akhirnya beberapa penyidik itu justru bertanya ke awak media yang bermaksud mengambil gambar dengan mengikuti jejak di belakang penyidik.

Sontak saja kejadian ini sempat membuat tertawa para awak media dan petugas kepolisian yang turut mendampingi tim penyidik KPK.

Penyidik KPK di Kabupaten Malang (foto: Avirista M/Okezone)	Polisi Bantu Pengamanan Penyidik KPK di Kabupaten Malang (foto: Avirista M/Okezone)  

1. Mundurnya Rendra Kresna dari Ketua DPW NasDem

Meski belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK kala itu, Rendra Kresna tampaknya memiliki feeling yang kuat sehingga bupati yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem ini memilih mengajukan pemunduran diri pada Senin malam.

Pengunduran diri ini tak seperti biasanya kebanyakan politisi yang ditetapkan resmi oleh KPK jadi tersangka dahulu baru mundur.

(Baca Juga: Bupati Malang Siap Hadapi Proses Hukum sebagai Tersangka di KPK) 

Langkah mundurnya Rendra mendapat apresiasi dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nasdem, Effendi Choirie.

Menurut, pria yang akrab disapa Gus Choi ini meski belum ditetapkan tersangka langkah mundur itu bukti jiwa ksatria dan layak mendapatkan apresiasi tinggi.

"Kita beri apresiasi yang luar biasa, karena Pak Rendra konsentrasi full menghadapi kasus ini, dia mengundurkan diri," terang dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini