nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyidik KPK Periksa Dua Saksi Dalami Dugaan Suap Bupati Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 27 519 1983501 penyidik-kpk-periksa-dua-saksi-dalami-dugaan-suap-bupati-malang-aVJFvVbqzM.jpg Suap (Shutterstock)

MALANG - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang terkait dugaan suap yang menyeret Bupati Malang Rendra Kresna di Aula Rupatama Polres Malang Kota, pada Selasa (27/11/2018).

Dengan membawa beberapa koper besar, para penyidik KPK tiba di lokasi pemeriksaan sekitar pukul 10.10 WIB. Tak berselang lama, salah seorang saksi yang dijadwalkan diperiksa yakni M. Zaini dari pihak swasta rekanan Pemkab Malang.

 Baca juga: Ini 13 Nama Saksi Kasus Gratifikasi Bupati Malang yang Diperiksa KPK

M. Zaini yang mengenakan kemeja putih langsung bergegas memasuki ruangan tanpa memberikan keterangan kepada awak media. Berselisih 30 menit, saksi lainnya dari pihak swasta datang. Sama halnya dengan kedatangan M. Zaini, saksi kedua yang hadir langsung memasuki ruangan.

 Penyidik KPK soal Bupati Malang (Avirista/Okezone)

"Untuk kasus dugaan suap RK diperiksa 11 orang saksi, 9 orang kemarin dan 2 orang hari ini," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat yang diterima Okezone.

 Baca juga: KPK: Bupati Malang Diperiksa sebagai Tersangka

Tercatat hingga pukul 13.00 WIB sekitar dua orang saksi menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait pendalaman dugaan suap Bupati Malang Rendra Kresna.

Di sisi lain, Kasubbag Polres Malang Kota Ipda Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, sesuai surat peminjaman Aula Rupatama Polres Malang Kota dijadwalkan penyidik KPK melakukan pemeriksaan hingga 30 November 2018.

Baca juga:  Penahanan Bupati Nonaktif Malang Diperpanjang KPK

"Kalau dari suratnya demikian. Tapi tidak tahu juga kalau sebelum itu sudah cukup bisa jadi," pungkasnya.

Bupati Malang Rendra Kresna tersangkut dua kasus suap dan gratifikasi dari pihak swasta yang mengerjakan proyek di Dinas Pendidikan. Rendra diduga dari dua kasus tersebut menerima uang Rp7 miliar, masing - masing Rp3,45 miliar dari Ali Murtopo dan Rp3,55 miliar dari Eryk Armando Talla.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini