nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembicaraan Perdamaian Yaman Akan Dimulai di Swedia Pada Kamis

Indi Safitri , Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 13:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 18 1987584 pembicaraan-perdamaian-yaman-akan-dimulai-di-swedia-pada-kamis-VYxAStVPa3.jpg Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths. (Foto: Reuters)

STOCKHOLM - Sebuah tim dari Pemerintah Yaman yang didukung Saudi tiba di Swedia untuk menghadiri pembicaraan perdamaian dengan anggota kelompok Houthi yang didukung Iran yang dimulai pada Kamis, 6 Desember. Perundingan ini adalah upaya baru PBB untuk mengakhiri perang yang telah mendorong Yaman ke ambang kelaparan.

Sumber dari PBB yang dilansir Reuters, Kamis (6/12/2018) mengatakan, kedua pihak tidak mungkin mengadakan pembicaraan langsung di kastil yang telah direnovasi di luar Stockholm dan utusan khusus Martin Griffiths dan timnya akan mengantar mereka untuk konsultasi pertama yang digelar sejak 2016.

BACA JUGA: Houthi dan Arab Saudi Lakukan Pembicaraan Rahasia untuk Akhiri Perang

Salah satu wakil dari pemerintah Yaman yang diakui internasional, Abdullah al-Alimi menulis di twitter bahwa pembicaraan itu adalah "kesempatan sejati untuk perdamaian," sebelum delegasinya terbang dari Ibu Kota Saudi, Riyadh pada Rabu.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, pemimpin koalisi dukungan Barat yang memerangi kelompok Houthi untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, ingin keluar dari perang yang telah memakan banyak biaya selama hampir empat tahun.

Sekutu Barat, yang menyediakan senjata dan intelijen untuk koalisi, telah meningkatkan tekanan pada mereka untuk menemukan cara mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan lebih dari 8 juta orang menghadapi kelaparan.

Aliansi pimpinan Saudi melakukan intervensi dalam perang saudara di Yaman pada 2015 setelah Houthi mengusir pemerintahan Presiden Hadi dari Ibu Kota Yaman, Sanaa pada 2014. Namun konflik tersebut telah menemui jalan buntu militer sejak aliansi merebut pelabuhan selatan Aden.

BACA JUGA: Dapat Tekanan Internasional, Koalisi Pimpinan Saudi Hentikan Serangan di Yaman

Konflik di Yaman dipandang di seluruh kawasan Timur Tengah sebagai sebuah perang proksi antara kekuatan Muslim Sunni yang diwakili Riyadh dan kekuatan Syiah yang didukung Teheran.

Utusan Khusus PBB, Martin Griffiths yang berusaha untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian telah membuat beberapa langkah guna membangun kepercayaan antara kedua belah pihak, termasuk evakuasi pasukan Houthi yang terluka, untuk membantu membujuk gerakan untuk menghadiri perundingan di Swedia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini