nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suami Airin Diduga Kencani Artis Berinisial 'F' di Hotel Bandung

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 15:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 337 1987659 suami-airin-diduga-kencani-artis-berinisial-f-di-hotel-bandung-Wl4qHiVIuq.jpg Tubagus Cheri Whardana alias Wawan (foto: Okezone)

JAK‎ARTA - Narapidana kasus suap hakim MK, Tubagus Chaeri Whardana alias Wawan diduga menyuap Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen untuk menginap bersama seorang wanita di Hotel daerah Bandung, Jawa Barat.

Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany tersebut disinyalir menginap bersama seorang artis di Hotel Mercure Bandung. Wawan menginap di hotel tersebut pada 16 Juli 2018 setelah menyogok Wahid Husen.

Tubagus Chaeri Wardana Ditahan KPK 

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pembera‎ntasan Korupsi (KPK) M Takdir Suhan membenarkan hal tersebut sesuai dengan surat dakwaan Wahid Husen. Hanya saja, artis yang diduga menginap di hotel bersama Wawan tidak disebut di dalam dakwaan.

(Baca Juga: Izin Berobat, Suami Airin Suap Kalapas untuk Kencani Wanita di Hotel) 

"Iya (artis) pokoknya sesuai surat dakwaan. Enggak disebut, soalnya engga kaitan dengan Wahid. Hanya diperhalus (artisnya) teman wanita Wawan," ungkap Jaksa Takdir kepada Okezone, Kamis (6/12/2018).

Berdasarkan sumber internal Okezone, artis yang diduga dikencani oleh Wawan di hotel Bandung berinisial 'F'. Sayangnya, sumber tersebut enggan membuka terang nama artis yang diduga dikencani oleh Wawan.

Berdasarkan surat dakwaan yang diterima Okezone, Wawan menyuap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen senilai Rp63 juta. Uang suap tersebut diberikan Wawan e Wahid Husen untuk mendapat ‎kemudahan dalam hal pemberian izin keluar masuk Lapas selama beberapa kali.

Awalnya, pada tanggal 5 Juli 2018 dalam Wawan mendapat izin bentuk Izin Luar Biasa (ILB) dengan alasan mengunjungi ibunya yang sedang sakit di Serang. Padahal Wahid mengetahui bahwa izin keluar dari Lapas tersebut sengaja disalahgunakan oleh Wawan untuk pergi menginap di Hotel Hilton Bandung selama 2 hari.

Airin Diperiksa Terkait Kasus Suaminya 

Tak hanya itu, Wahid Husen juga memberikan kemudahan dalam pemberian izin berobat ke rumah sakit pada tanggal 16 Juli 2018. Padahal, Wahid mengetahui izin tersebut disalahgunakan oleh Wawan untuk menginap di luar lapas.

Dalam dakwaan disebutkan, Wawan dibawa keluar Lapas Sukamiskin ‎menggunakan ambulans yang disupiri oleh Staf Keperawatan lapas, Ficky Fikri ke parkiran rumah sakit. Namun, setibanya di parkiran Wawan pindah mobil yang telah menunggunya.

Selanjutnya, Wawan bersama Ari Arifin selaku orang kepercayaannya menuju rumah milik kakaknya, Atut.‎ Wawan dan Ari Arifin melanjutkan perjalanan ke Hotel Grand Mercure Bandung. Wawan kemudian menginap di hotel tersebut bersama teman wanitanya.

Dalam perkara ini, Mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen dan anak buahnya yang merupakan PNS Lapas Sukamiskin, Hendry Saputra didakwa bersama-sama menerima suap dari tiga narapidana kasus korupsi.

Ketiga narapidana yang diduga menyuap Wahid Husein yakni, Fahmi Dharmawansyah, Wawan, serta Fuad Amin Imron.

Wahid Husen didakwa menerima satu unit mobil jenis Double Cabin 4x4 merk Mitsubishi Triton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal mer Kenzo, satu tas clutch bag merk Louis Vuitton dan uang senilai Rp39.500.000 dari Fahmi Darmawansyah.

(Baca Juga: Ketegaran Airin Tanggapi Isu Suaminya Bersama Wanita Lain di Hotel) 

Kemudian, Wahid juga menerima uang dari Wawan sejumlah Rp63.390.000. Sedangkan dari fuuad Amin, Wahid menerima uang sebesar Rp71.000.000 dan mendapatkan fasilitas peminjaman mobil ‎serta penginapan di Hotel Ciputra Surabaya.

 

Sejumlah uang suap tersebut diberikan tiga para narapidana melalui Hendry Saputra. Uang tersebut bertujuan agar para narapidana mendapatkan fasilitas istimewa di dalam Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya, Wahid Husen dan Hendry Saputra didakwa melanggar Pasal 12 huruf bdan pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini