Apakah Ada Permainan antara Bawaslu dengan Oesman Sapta Odang?

Sarah Hutagaol, Okezone · Minggu 30 Desember 2018 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 30 606 1997826 apakah-ada-permainan-antara-bawaslu-dengan-oesman-sapta-odang-Jmbr4rjPWj.jpg Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO (foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar hukum dari Pusat Studi Konstitusi (Pusako) FH Universitas Andalas, Feri Amsari. menduga kalau ada campur tangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam pelaporan yang dibuat oleh pihak Oesman Sapta Odang (OSO) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Feri Amsari meyakini hal tersebut ketika mengetahui bahwa Bawaslu melakukan surat-menyurat kepada pihak kuasa hukum Oesman Sapta Odang, yakni Yusril Ihza Mahendra yang bertanya bagaimana keputusan soal keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang bersifat final.

(Baca Juga: KPU Tunggu Salinan Putusan PTUN yang Kabulkan Gugatan OSO) 

Oleh sebab itu, Feri Amsari menganggap bahwa Bawaslu telah memudahkan pihak Oesman Sapta Odang untuk melayangkan laporan kepada Bawaslu atas keputusan yang dilakukan oleh KPU atas dasar melanggar putusan Pengadilan Tata Usaha Negara dengan mencabut namanya dari daftar calon tetap DPD RI.

"Saya tidak menduga ada permainan, tapi saya menduga Bawaslu membuka ruang agar kemudian pihak OSO bisa melakukan gugatan sengketa administrasi dengan cara korespondensi surat menyurat dengan pihak OSO," ujar Feri Amsari saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (30/12/2018).

Oesman Sapta Odang (Foto : Muhamad Rizky)	Oesman Sapta Odang (Foto : Muhamad Rizky/Okezone) 

"Jadi ada yang membuka ruang di Bawaslu. Saya menduga ini ada kesepakatan kolektif kolegial yang Bawaslu menyepakati surat menyurat itu, agar mempermudah pihak OSO mengajukan gugatan ke Bawaslu," ungkapnya.

(Baca Juga: Soal Kasus OSO, KPU Dinilai Lalai sejak Awal) 

Feri Amsari kembali menjelaskan bahwa surat menyurat yang dilakukan oleh Bawaslu dengan pihak kuasa hukum Oesman Sapta Odang merupakan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.

"Dan itu tidak tidak fair, karena sebelum permohonan OSO diajukan, itu dasar mereka menggunakan surat menyurat antara pihak OSO dan Bawaslu lalu sekarang Bawaslu lah yang mengadili isi suratnya sendiri," tutup Feri Amsari.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini