Dituding Main Mata dengan Bawaslu, Pengacara OSO: Enggak Ada Bukti

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 05:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 31 606 1997939 dituding-main-mata-dengan-bawaslu-pengacara-oso-enggak-ada-bukti-5biWS5Oj9W.jpg Oesman Sapta Odang. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pakar Hukum dari Pusat Studi Konstitusi (Pusako) FH Universitas Andalas, Feri Amsari, menuding ada campur tangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam pelaporan yang dilakukan kuasa hukum Oesman Sapta Odang (OSO) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait namanya yang dicabut dari daftar calon tetap DPD RI.

Merespons tudingan itu, kuasa hukum OSO yakni Gugum Ridho Putra membantah bahwa ada main mata antara Bawaslu dan kliennya. Menurut dia, tuduhan tersebut tidak memiliki bukti. Ia pun tak segan untuk melaporkannya atas dugaan pencemaran nama baik.

"Kalau tuduhan-tuduhan yang enggak jelas, enggak ada bukti, kita proses pencemaran nama baik nanti," kata Gugum saat dikonfirmasi Okezone, Minggu 30 Desember 2018.

(Baca juga: Soal Kasus OSO, Bawaslu Disebut Atur Skenario Kriminalisasi kepada Komisioner KPU)

Ia mengatakan, apa yang diungkapkan Feri tidak benar, sebab dirinya merasa upaya yang dilakukan OSO sesuai dengan aturan yang ada. Dalam hal ini, menurut dia, KPU yang tidak mengikuti aturan hukum.

"Sejak awal memang Feri kan bilang kita OSO pembangkan kan. Ini enggak bisa, justru KPU (pembangkang), OSO kan mengambil jalur sesuai yang tersedia kan. Itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, masak Bawaslu dibilang main mata dengan OSO, enggak mungkin kan," terangnya.

Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (Foto: Okezone)

Maka itu, ia menantang KPU menunjukkan bukti-bukti kepada Bawaslu jika merasa tidak melakukan kesalahan. "KPU enggak usah berkelit jauh-jauh kalau emang dia punya bukti enggak seperti apa yang kita tuduh. Buktiin saja ke Bawaslu," tegasnya.

(Baca juga: Apakah Ada Permainan antara Bawaslu dengan Oesman Sapta Odang?)

Sebelumnya Feri menduga kalau ada campur tangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam pelaporan yang dibuat pihak Oesman Sapta Odang (OSO) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Feri Amsari meyakini hal tersebut ketika mengetahui bahwa Bawaslu melakukan surat-menyurat kepada pihak kuasa hukum Oesman Sapta Odang, yakni Yusril Ihza Mahendra, yang bertanya bagaimana soal keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang bersifat final.

Oleh sebab itu, Feri Amsari menganggap bahwa Bawaslu telah memudahkan pihak Oesman Sapta Odang untuk melayangkan laporan kepada Bawaslu atas keputusan yang dilakukan oleh KPU atas dasar melanggar putusan Pengadilan Tata Usaha Negara dengan mencabut namanya dari daftar calon tetap DPD RI.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini