Hasil analisis mekanisme sumber, menurut Mengko, menunjukkan gempa dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike slip fault).
Guncangan gempa ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Sangihe dengan skala intensitas II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Kepaka Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rivo Pudihang mengatakan, suasana di Sangihe ada yang merasakan gempa, tapi ada juga yang tidak karena waktunya sangat singkat.
(Baca Juga : Gempa 5,1 SR Guncang Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami)
"Keadaan masyarakat tidak terpengaruh dengan gempa. Info kerusakan maupun korban sampai saat ini belum ada," ujar Rivo.