nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Komentar Berujung Penganiayaan, Polisi Siap Jemput Paksa Terduga Pelaku

Anggun Tifani, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 00:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 13 338 2003925 perang-komentar-berujung-penganiayaan-polisi-siap-jemput-paksa-terduga-pelaku-9Xkb3TLDYu.jpg Ilustrasi Penganiayaan (Foto: Okezone)

TANGERANG - Jajaran Polres Kota Tangerang akan menjemput paksa MH (23), terduga pelaku penganiayaan terhadap Ahmad Rifai (19) santri Pondok Pesantren Al-Wardayani, Kampung Pangodokan Bubulak, Kota Bumi, Kecamatan Pasar Kemis.

Penjemputan terhadap MH lantaran sebelumnya, MH diduga menganiaya Rifai yang sebelumnya sempat adu komentar di YouTube. Rifai dianiaya oleh sekitar 20 orang yang tak terima atas komentarnya, pada sebuah video seorang ustadz yang sedang membahas suatu ormas Islam.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung mengatakan, tersangka MH diduga kuat merupakan inisiator terjadinya peristiwa penganiayaan tersebut.

"Dugaan bahwa MH merupakan otak pelaku juga berdasarkan keterangan saksi-saksi," kata Gogo, Minggu (13/1/19).

Baca Juga: 2 Wanita Cekcok Usai Terlibat Kecelakaan, Salah Satunya Jadi Tersangka Penganiayaan

Aniaya

Gogo menjelaskan, penyidik sudah melayangkan panggilan pertama untuk MH ke kediamannya di Pondok Pesantren Assalafiyah Alfutuhiyah di Jalan Banjar Pasingeun, Cipanas Rangkasbitung, Kabupaten Lebak pada tanggal 9 Januari 2019. Namun, surat panggilan yang dititipkan ke sekretaris desa, tak diterima oleh keluarga MH.

"Tidak ada satu pun keluarga MH mau menerima surat panggilan itu. Akhirnya surat itu dikembalikan ke penyidik," imbuh Gogo.

Usai surat tersebut tak diindahkan oleh MH, lanjut Gogo, penyidik kemudian mengirimkan surat panggilan kedua. Namun, hal itu lantas ditolak kembali oleh pihak MH.

Bahkan ketika penyidik akan menyampaikan surat panggilan kedua itu, pondok pesantren dijaga ketat oleh puluhan santri. "Tidak ingin terjadi gesekan, surat panggilan kami titipkan ke Kanit Intel polsek setempat," ucapnya.

Ditegaskan Gogo, jika tersangka MH kembali tidak menghiraukan surat panggilan, maka penyidik tak segan untuk menerbitkan surat perintah penangkapan. "Kami juga akan langsung mengeluarkan surat daftar pencarian orang atau DPO," ujarnya.

Baca Juga: Bus Ngebut Tabrak Truk di Tol Cikupa, 6 Orang Luka Berat

Tak hanya itu, penyidik juga akan berkordinasi dengan pihak imigrasi untuk upaya cegah tangkal agar para tersangka tidak melarikan diri ke luar negeri. "Kami imbau tersangka untuk kooperatif. Jalani proses hukum sebagaimana mestinya," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, rencana penangkapan MH bermula dari perang komentar di sebuah video di Youtube yang berjudul "Jawaban K.H Abuya Qurtubi tentang pernyataan Buya Muhtadi yang menghina FPI dan Habaib". Imbas dari hal tersebut kemudian berlanjut pada Jumat, 4 Januari 2019, Rifai mengalami luka-luka akibat dianiya oleh sekitar 20 orang yang tak terima atas argumen korban di kolom komentar YouTube.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini