nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadilan China Hukum Mati Warga Kanada di Tengah Krisis Diplomatik

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 09:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 15 18 2004575 pengadilan-china-hukum-mati-pria-kanada-setelah-putri-pendiri-huawei-ditahan-cXvr2tfMVN.jpg Robert Llyod Schellenberg. (Foto: AFP)

Bagaimana dengan Meng Wanzhou?

Meng ditahan di Vancouver pada 1 Desember, namun pengadilan membebaskan putri pendiri perusahaan Huawei itu dari tahanan dengan uang jaminan.

Hakim di pengadilan Vancouver menetapkan Meng dapat keluar dari penjara dengan membayar 10 juta dollar Kanada atau setara dengan Rp109,4 miliar.

Meski demikian, Meng kini harus mendekam di salah satu rumahnya di Vancouver, dalam pengawasan penuh selama 24 jam sehari. Dia pun wajib memakai gelang elektronik pada kakinya agar aparat dapat terus memantau keberadaannya.

BACA JUGA: Krisis Diplomatik Berlanjut, China Tahan Warga Kanada Ketiga

Meng, yang menjabat direktur keuangan di perusahaan telekomunikasi terbesar China, juga harus menghadapi proses ekstradisi ke Amerika Serikat.

AS menuduh Meng menggunakan anak perusahaan Huawei bernama Skycom untuk menghindari sanksi terhadap Iran antara 2009 dan 2014.

Kejaksaan AS menyebut Meng secara publik mencantumkan Skycom sebagai perusahaan terpisah dari Huawei dan mengelabui bank-bank mengenai hubungan kedua perusahaan.

Meng membantah tuduhan tersebut dan akan melawannya melalui koridor hukum.

Kasus Meng mengemuka di tengah sengketa dagang antara AS dan China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini